Terkini Daerah
Berita Ganjar Pranowo - Atasi Dampak OTT Bupati Pemalang, Beri Pesan Tegas: Jangan Khianati Rakyat
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan jajarannya untuk segera mengatasi dampak OTT Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Operasi tangkap tangan yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah turut menjaring Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW), Kamis (11/8/2022).
Dilansir TribunWow.com, terjadi kekosongan di struktur jabatan pemda yang mengakibatkan terhambatnya pelayanan terhadap masyarakat.
Karenanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turun tangan langsung menangani krisis yang terjadi di jajarannya tersebut.
Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Masuk Jadi Capres Unggulan PDIP, Bersaing dengan Puan hingga Risma
Seperti dilaporkan lama resmi Pemerintah Jawa Tengah, jatengprov.go.id, Ganjar langsung memberi instruksi pada Wakil Bupati Pemalang Mansyur Hidayat.
Ia meminta Mansyur segera mengambil alih jabatan MAW agar kegiatan pemerintahan bisa berlangsung seperti biasa.
Hal ini telah dikonsolidasikannya bersama jajaran perangkat pemerintahan Pemalang di Graha Sasana Bakti Praja, Kantor Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2022).
"Karena kemarin sudah ada berita dan kawan-kawan sudah memuat, maka saya langsung turun hari ini untuk komunikasi dengan kawan-kawan di Pemkab dan Wakil Bupati, agar segera mengambil alih pemerintahan, agar layanan masyarakat tetap berjalan dengan baik," kata Ganjar.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan tegas terhadap jajarannya untuk menghentikan praktik KKN, pemungutan komisi, jual-beli proyek atau jabatan dan lain sebagainya.
"Saya sudah berkali-kali menyampaikan, bahkan KPK sendiri pun sudah berkali-kali menyampaikan kepada kita, tapi masih ngenyel. Saya berharap betul jangan khianati rakyat dengan seperti ini, jangan khianati," ujar Ganjar.

Baca juga: Fakta Terbaru Bupati Bogor Ade Yasin Jadi Tersangka Kasus Suap, KPK Sita Uang Rp 1,024 M saat OTT
Dilansir Kompas.com, Ganjar mengakui indikasi korupsi tersebut sudah terdengar sejak lama, bahkan sudah diperingatkan langsung oleh KPK.
Ia pun berkomitmen untuk membongkar praktik gelap yang bisa menciderai kinerja pemerintahan Jawa Tengah tersebut.
"Segera dikonsolidasikan, ditata betul hari ini, dan ini momentum yang paling bagus untuk memperbaiki itu. Semoga hari ini segara diadakan rapat," tegas Ganjar.
"Suara ini sebenarnya sudah terdengar agak lama, maka KPK pada saat Korsupgah mengingatkan kepada kita semua, kalau masih ngeyel pasti akan ditindak. Saya akan dampingi, inspektorat juga akan mendampingi. Mudah-mudahan pemerintahan berjalan dengan baik," tandasnya.
Baca juga: Dibuntuti Puluhan Vespa, Ganjar Pranowo Jadi Sorotan saat Ikut Touring Komunitas Motor Pemalang
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW) telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (11/8/2022).
Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri yang menjelaskan operasi digelar pada Kamis sore hingga malam.
Dikutip TribunWow dari Kompas, berikut adalah sejumlah fakta tentang OTT KPK Bupati Pemalang.
Baca juga: KPK Tak Peduli Status Gibran dan Kaesang Anak Jokowi: Akan Lakukan Proses Penelaahan
Suap Pengadaan Barang hingga Jabatan
Berdasarkan keterangan dari Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, MAW ditangkap terkait dugaan supa pengadaan barang dan jasa.
Ditemukan juga dugaan adanya suap terkait jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.
“Dugaan tindak pidana korupsi suap dan pungutan tidak sah dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan,” kata Ghufron saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/8/2022).
23 Orang Ditangkap
Nurul menjelaskan total 23 orang ditangkap dalam OTT KPK ini.
Puluhan orang tersebut diamankan dari dua tempat yakni Pemalang dan Jakarta.
“Tim lidik KPK sedang memeriksa pada saat nya nanti akan kami jelaskan secara lebih detail,” kata Ghufron.
Baru Saja Lantik Pj Sekda
Berdasarkan pemberitaan Kompas, pada Rabu (10/8/2022) MAW baru saja melantik Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemalang, Slamet Masduki sebagai Pj Sekretaris Daerah (Sekda).
Sekda sebelumnya yakni Mohammad Arifin diketahui merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Pemalang pada 2010 oleh Dirkrimsus Polda Jawa Tengah.

Baca juga: Kaleidoskop 2021: Kepala Daerah yang Terciduk OTT KPK Sepanjang Tahun 2021, Ada Suami Istri
Ganjar Sudah Mengingatkan
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya telah berkali-kali memperingatkan para kepala daerah di Jateng tentang tindak pidana korupsi.
"Ini peringatan untuk semuanya, sudahlah hentikan semuanya kejahatan model seperti itu," kata Ganjar.
"Saya tidak tahu mungkin diantara mereka juga berkomunikasi urusan bisnis, yang lari pada kebijakan dan sudah terlalu banyak sih beberapa kasus kan muncul umpama mungkin mengajukan usulan, didampingi, mendapatkan fee, yang seperti itu biasanya potensi korupsi," sambungnya.
Ganjar menjelaskan sebenarnya KPK kerap memberikan peringatan kepada para kepala daerah setiap melakukan sosialisasi dan edukasi.
"Saya sebenarnya sudah mengingatkan berkali-kali kepada kawan-kawan (kepala daerah di Provinsi Jateng) dan tentu saja saya akan menunggu perkembangan yang ada," tegas Ganjar.(TribunWow.com/Via/Anung)
Sebagian artikel diolah dari Kompas.com dengan judul "Ganjar Mengaku Telah Mendengar Indikasi Penyelewengan Kekuasaan di Kabupaten Pemalang sejak Lama"