Pilpres 2024
Soroti Tamu Undangan Resepsi Putri Anies Baswedan, Politisi PKS Mardani: Kayak Siap-siap Buat 2024
Politisi PKS Mardani Ali Sera optimis terkait nasib Anies Baswedan di 2024 seusai melihat para tamu yang berdatangan di pernikahan Mutiara Baswedan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Selama tiga hari berturut-turut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar resepsi pernikahan anaknya yakni Mutiara Annisa Baswedan dengan Ali Saleh Alhuraeb mulai dari Jumat (29/7/2022) hingga Minggu (31/7/2022) di Putri Duyung Resort, Ancol, Jakarta Utara.
Mulai dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hingga tokoh-tokoh nasional dan publik bergantian datang ke acara resepsi.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, menyoroti beberapa tamu yang datang, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera optimis soal nasib baik Anies Baswedan di pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Baca juga: Telat Tahu Sedang Dekati Putri Anies Baswedan, Ini Pengakuan Ali Saleh: Waduh Telanjur
Mardani menyoroti banyak tim relawan Anies saat Anies maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu datang ke acara resepsi.
"Suasana hari ini guyub, banyak dari tim relawan, saya kaget ketemu banyak sekali, kayak siap-siap buat 2024," kata Mardani, Minggu (31/7/2022).
Mardani menyampaikan, ia berharap para relawan dari Pilgub 2017 silam dapat kembali menjadi relawan Anies untuk mendukung di ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Kendati demikian, Mardani menegaskan tidak ada pembicaraan terkait isu Pilpres 2024 dengan Anies saat ia bertemu di acara resepsi tersebut.
"Yang diomongin, Mas Anies sudah dua kali hadir di nikahan anak saya, saya baru pertama dateng di nikahan anaknya," ungkapnya.
"Mas saya pecah telur pertama kali punya mantu enggak kebayang jadi mertua katanya (Anies)," kata Mardani.
Di sisi lain, Mantan Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya Tjandra menyatakan Anies adalah pilihan yang tepat untuk posisi Presiden RI di Pilpres 2024 mendatang.
Wamen yang juga berstatus sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut bahkan menawarkan diri siap untuk menjadi tim sukses (timses) Anies Baswedan di 2024 nanti.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Surya meyakini Anies Baswedan mampu melanjutkan progres pembangunan warisan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Baca juga: Sosok Giring Ganesha, Plt Ketua Umum PSI yang Turut Kritik Anies Baswedan soal Banjir Jakarta
"Saya merasa dia bisa didukung dan bisa jadi presiden yang baik kalau nanti kepilih," ujar Surya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/7/2022).
"Memang untuk urusan agraria dan tata ruang, Pak Anies menonjol," ucapnya.
Terkait kebijakan PSI yang tidak akan mendukung Anies, Surya cenderung santai.
"Saya kira PSI kan partai terbuka. Bisa menerima perbedaan, biasa aja sebetulnya. Jadi buat saya bagian dari proses demokratis," ungkap Surya.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sunny Tanuwidjaja memilih untuk mundur dari PSI seusai memutuskan akan mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Kabar ini dikonfirmasi oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Grace menyampaikan PSI tegas tidak akan mengusung Anies di Pilpres 2024 mendatang.
Baca juga: Usul Perbanyak Pilihan, Demokrat Nilai Duet Anies-Ganjar di Pilpres 2024 Punya Dampak Negatif
"Bro Sunny gentleman mengakui akan men-support Anies dan untuk itu beliau mengundurkan diri," ujar Grace saat dimintai konfirmasi Kompas.com, Selasa (28/6/2022).
"Beliau tahu persis sikap PSI terhadap Anies sangat clear, tidak akan menoleransi politik identitas yang dimainkan Anies untuk meraih kekuasaan."
Grace menjelaskan, sampai saat ini PSI masih belum memutuskan siapa sosok yang akan didukung oleh PSI dalam Pilpres 2024.
Namun ia menjelaskan hal yang menjadi pertimbangan di antaranya adalah rekam jejak baik, dan tidak terlibat intoleransi serta korupsi.
Sementara ini ada sembilan nama yang dipertimbangkan oleh PSI, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
2. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa
3. Menko Polhukam Mahfud MD
4. Mendagri Tito Karnavian
5. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
6. Menteri BUMN Erick Thohir

Duet Anies-Ganjar di Pilpres 2024 Punya Dampak Negatif
Wacana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 sudah santer dibicarakan dan mendapat dukungan oleh banyak pihak.
Namun juga ada pihak yang kontra atau tidak sependapat dengan duet Anies-Ganjar dalam Pilpres 2024.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews, Partai Demokrat menilai duet Anies-Ganjar ini justru memiliki dampak negatif.
Baca juga: Beda Respons Anies dan Puan saat Jawab Kemungkinan Maju Bareng Ganjar di Pilpres 2024
Pernyataan ini disampaikan oleh Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani.
Kamhar menyebut duet Anies-Ganjar tidak akan menyelesaikan masalah politik identitas.
"Mengambil jalan pintas dengan mewujudkan duet Anies-Ganjar sebagai representasi dua kutub politik yang diperhadap-hadapkan selama ini sebagai pengejawantahan politik identitas, sama saja dengan melanggengkan politik identas itu sendiri," kata Kamhar saat dihubungi Tribun, Senin (27/6/2022).
"Jadi tidak menyelesaikan persoalan," ungkapnya.
Kamhar mengusulkan solusi untuk menyelesaikan politik identitas adalah memperbanyak pasangan capres dan cawapres di 2024 nanti.
"Jika ingin menyelesaikan eksploitasi politik identitas secara berlebihan ini dan sekaligus meningkatkan derajat dan kualitas demokrasi, maka ini yang mesti ditinjau ulang agar rakyat mendapatkan sebanyak mungkin pilihan putra dan putri terbaik bangsa yang berkontestasi pada puncak kepemimpinan nasional," kata Kamhar.(TribunWow.com/Anung/Via)