Terkini Daerah
Terungkap Alasan Oknum TNI Kopda M Sewa Eksekutor Tembak Mati Istrinya, Disebut Merasa Terkekang
Alasan Kopda Muslimin atau Kopda M menyewa pembunuh bayaran menembak mati istrinya, Rina Wulandari terungkap. Ini pengakuan pelaku penembakan.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Terungkap alasan di balik oknum TNI yakni Kopda M alias Kopda Muslimin menyewa pembunuh bayaran untuk menembak mati istrinya Rini Wulandari.
Seperti diketahui, korban yang bernama Rini Wulandari ditembak di Jalan Cemara III RT 8 RW 3 Kelurahan Padangsari Kecamatan Banyumanik Semarang, Jawa Tengah pada Senin (18/7/2022).
Dilansir Tribun Jateng, dalang sekaligus otak penembakan Rini ternyata adalah sang suami yakni Kopda Muslimin.
Baca juga: Terungkap Alasan Pelaku Tembak Perut Istri TNI, padahal Diperintahkan Kopda M Tembak di Kepala
Alasan Kopda Muslimin berniat ingin membunuh istrinya karena merasa tidak kuat saat menjalani bahtera rumah tangga bersama Rina Wulandari.
Hal tersebut terkuak saat tersangka penembakan istri anggota TNI, Agus Santoso alias Gondrong membeberkan keluhan Kopda Muslimin saat dihadirkan mensinkronkan keterangan kasus penembakan istri anggota TNI di Polrestabes Semarang,Rabu (27/7/2022).
Agus Santoso menuturkan saat itu Sugiyono alias babi mendatanginya di Magetan Jawa Timur.
Babi menyampaikan order Kopda Muslimin yang ingin mencelakakan istrinya.
"Saat itulah saya datang ke Semarang bersama babi dan beristirahat di tempat istri saya. Waktu itu tiga minggu sebelum kejadian," ujarnya saat mensinkronkan keterangan di Polrestabes Semarang, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: 4 Fakta Penembakan Istri TNI di Semarang, Ada Dugaan Motif Cinta Segita hingga Pelaku Kini Ditangkap
Kemudian Agus bertemu dengan Kopda Muslimin di kediamannya.
Dia pun melakukan percakapan secara bisik-bisik.
"Keesokan hari pada saat malam Minggu bertemu lagi dengan Kopda Muslimin di daerah Padasan Simongan di situlah dia (Kopda Muslimin) mulai bercerita," tuturnya.
Menurutnya Kopda Muslimin menceritakan keadaan keluarganya.
Suami korban tersebut merasa tidak kuat tekanan dari istri.
"Dia (Kopda Muslimin) tidak kuat tekanan dari istrinya yang selalu mengekang. Dia meminta agar istrinya dibunuh," tutur dia.
Namun permintaan Kopda Muslimin tidak langsung diturutinya.