Konflik Rusia Vs Ukraina
VIDEO Pasukan Tentara Rusia Merasa Dipaksa Harus Berperang Lawan Ukraina atau di Penjara
Resiko tentara Rusia menolak perang ke Ukraina dan hanya memiliki dua pilihan dipenjara atau berperang.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Tenntara Rusia merasa dilema karena harus memilih berperang atau pilih di penjara.
Tentara Rusia yang menolak berperang melawan Ukraina akan menghadapi resiko dipenjara.
Resiko dipenjara harus dihadapi tentara Rusia yang menolak perang dengan Ukraina.
Hal ini terjadi pada prajurit Brigade Serangan Udara Pengawal ke-11, sebuah unit militer dari Republik Siberia Buryatia.
Brigade yang ditempatkan di Ukraina sejak invasi Rusia mengajukan pengunduran diri mereka awal bulan ini. Namun permintaan tersebut mendapat perlawanan dari otoritas militer Rusia.
Baca juga: VIDEO - Prajurit Ukraina Melarikan Diri, Pasukan Chechnya Temukan Benteng Terbengkalai
“Awalnya ada 78 (penentang), tetapi setelah beberapa putaran pemaksaan, komando militer berhasil mengurangi jumlah itu,” kata salah satu pendiri organisasi anti-perang Free Buryati Foundation, Vladimir Budaev, yang dikutip dari The Moscow Time, Minggu (24/7/2022).
Dalam sebuah video imbauan yang disebarkan oleh Free Buryatia Foundation, ibu dari salah satu tentara, Oksana Plusnina mengatakan setelah menolak untuk menerima permintaan pengunduran diri, komandan brigade membagi para penentang menjadi kelompok-kelompok kecil.
Kemudian kelompok tersebut dibagi delapan dan sepuluh orang serta mengirim mereka ke fasilitas penahanan khusus di kota Luhansk, yang terletak di Ukraina timur dan saat ini diduduki Rusia.
Tentara tidak memiliki surat identitas dengan alasan untuk melindungi mereka jika sewaktu-waktu ditangkap pasukan Ukraina.
Baca juga: VIDEO Detik-detik Ukraina Hancurkan Depot Senjata Rusia dengan Rudal Kiriman NATO, Ini Reaksi AS
Mereka tidak diizinkan menggunakan ponsel dan sarana lain untuk menghubungi keluarga atau pengacara mereka.
Sebelum ditahan, putra Plusnina, Ilya Kaminsky menyebut kepada saluran televisi berbahasa Rusia, TV Current Time, bahwa sekelompok rekan prajuritnya yang menolak berperang di Ukraina dikunci di garasi dan diberi makan bubur sekali sehari sebelum dikirim ke pusat penahanan.
Kaminsky juga menyediakan rekaman audio percakapan tentara dengan komandan brigade Letnan Kolonel Agafonov yang mencoba membujuk mereka untuk membatalkan pengunduran diri mereka.
Current Time TV menyensor kata-kata kasar Agafonov saat menayangkan rekaman suara tersebut.
"Delapan orang sudah (pergi ke Luhansk) dan sekarang mereka benar-benar ingin kembali ke medan perang. Saya tidak tahu apa yang mereka lakukan atau katakan kepada mereka," kata Agafonov dalam rekaman yang ditayangkan oleh Current Time TV.
Kaminsky awalnya menyebut telah menulis sekitar 20 permohonan pemecatan dari militer, tiba-tiba tidak dapat dihubungi setelah melakukan wawancara dengan Current Time TV.