Breaking News:

Pilpres 2024

Pakar Sebut Teguran Sekjen PDIP Ditujukan ke Ganjar: Hanya Dia yang Ingin Jadi Capres atau Cawapres

Pakar nilai teguran Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto ditujukan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.com/HUMAS PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai menghadiri acara Halaqoh Kyai Santri Tentang Pencegahan Terorisme di Hotel Grand Syahid Salatiga, Sabtu (14/9/2019). Terbaru, pengamat sebut teguran Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto ditujukan untuk Ganjar, Sabtu (22/7/2022). 

Padahal, untuk melakukan kunjungan, kader partai harus mendapat surat penugasan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) atau undangan resmi dari kepala daerah.

Menurut Hasto, mekanisme tersebut ditetapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menginstruksikan soft campaign pada seluruh kadernya.

"Batasan yang diberikan PDI Perjuangan adalah bagi kepala daerah yang akan menjalankan tugasnya tentu saja skala prioritas harus ditempatkan di wilayah yang dipimpinnya, kita tidak ingin seorang kepala daerah tidak mengakar dan tidak membangun legasi di wilayahnya," kata Hasto.

"Kami pernah mengkritik dengan memberikan teguran tertulis kepada kepala daerah yang terlalu sering ke Jakarta. Karena ketika menjadi kepala daerah ya tugasnya membangun kemajuan daerahnya. Jadi setiap kader partai harus konsentrasi dengan tugas di wilayahnya."

Baca juga: Saat Ganjar Ledek Gibran dalam Pertemuan di Solo, Bandingkan dengan Jokowi: Bapaknya Sering Nyanyi

Megawati soal Bakal Capres PDIP: Kalian yang Membuat Manuver, Keluar!

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri buka suara mengenai bakal calon presiden yang hendak diusung partainya.

Ia pun memperingatkan pada seluruh anggota partai yang dinilai mempertanyakan kewenangannya.

Hal ini disinggung Megawati setelah sebelumnya partai Nasdem mengusulkan nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi bakal capres yang akan diusung.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meneriakkan kata 'Merdeka' sebelum memberikan pidato pembukaan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kedua Tahun 2021, Selasa (21/6/2022).
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meneriakkan kata 'Merdeka' sebelum memberikan pidato pembukaan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kedua Tahun 2021, Selasa (21/6/2022). (Capture YouTube Tribunnews)

Baca juga: Momen Kejutan Ultah Jokowi saat Rakernas II PDIP, Beri Tumpeng ke Megawati dan Diiringi Nyanyian KD

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Tribunnews, Selasa (21/6/2022) pernyataan tersebut diungkapkan Megawati saat berpidato di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP.

Megawati saat itu menyoroti kepatuhan dan kedisiplinan para kader terhadap perintah partai.

Ia kemudian mengatakan ada sejumlah pihak yang mempertanyakan mengapa partainya belum menentukan calon presiden untuk Pemilu 2024.

"Banyak yang selalu mau memutar balikkan, mau menggoreng-goreng, 'Mengapa PDI diam saja? Tidak pernah mau mencalonkan seseorang," ujar Megawati.

Dengan tegas, Megawati terang-terangan meminta mereka yang tidak mematuhi instruksinya untuk keluar dari partai tersebut.

"Kalian, siapa yang membuat manuver, keluar," seru Megawati dengan lantang.

"Tidak ada di dalam PDI Perjuangan yang namanya main dua kaki, main tiga kaki melakukan manuver."

Halaman
123
Tags:
Ganjar PranowoPilpres 2024Capres 2024PDIPHasto KristiyantoUjang Komarudin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved