Konflik Rusia Vs Ukraina
Pimpinan CIA Bantah Rumor Putin Menderita Sakit Keras: Dia Mungkin Terlalu Sehat
Di tengah maraknya rumor Putin menderita sakit keras, kepala CIA justru berkata sebaliknya, menyatakan sang Presiden Rusia dalam kondisi sehat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Perdebatan tentang kondisi kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin marak dibicarakan sejak pecahnya konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022 lalu.
Putin disebut-sebut menderita penyakit kanker hingga parkinson karena yang bersangkutan kerap terlihat lemah dan linglung saat tampil di depan publik.
Dikutip TribunWow.com dari skynews, namun kabar ini dibantah oleh Kepala Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) alias CIA yakni William Burns.
Baca juga: VIDEO Tentara Ukraina Terus Digempur Rusia, Sebut Bertahan Paling Lama Sebulan
Burns membantah rumor tentang Putin yang sedang menderita sakit keras.
"Sejauh yang kami tahu dia mungkin terlalu sehat," kata Burns.
Burns yang merupakan mantan duta besar AS untuk Rusia telah berurusan dengan Putin selama lebih dari 20 tahun.
Menurut pengamatan Burns, Putin ingin mengembalikan kejayaan Rusia sebagai negara super power dan menguasai Ukraina termasuk dari rencana.
Burns menyampaikan, Rusia akan terus memerangi Ukraina dengan harapan negara-negara barat akan berhenti membantu Kiev/Kyiv.
Baca juga: Rusia akan Perluas Target Wilayah Perang di Ukraina, AS Langsung Kirim Lebih Banyak Senjata ke Kyiv
Namun Putin disebut telah salah menyusun rencana, gagal menguasai Kiev dengan cepat.
Sebelumnya diberitakan, ssu kesehatan Putin kembali jadi sorotan setelah penampilannya di televisi Rusia.
Dilansir TribunWow.com, wajah Putin terlihat membengkak dikabarkan sebagai efek karena sedang menjalani perawatan kanker.
Seperti dilaporkan The Sun, (4/7/2022), Putin yang tampaknya kelelahan berjuang untuk tetap membuka matanya selama pertemuan darurat dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.
Baca juga: Ucapkan Terima Kasih, Putin Minta Pasukan Rusia di Timur Ukraina untuk Beristirahat
Ia terlihat merosot dan bermata merah dalam rekaman yang secara misterius terpotong saat ia tampak tertidur.
Putin (69), membungkuk di atas mejanya saat dia dengan tidak antusias memberi selamat kepada pasukannya atas 'pembebasan' wilayah Luhansk, Ukraina timur.
Duduk dalam pertemuan yang disiarkan televisi, Putin yang lelah memberi tahu pasukannya yang berperang untuk beristirahat dan mengembangkan kemampuan tempur mereka.
Pemimpin Rusia yang dikabarkan menderita Parkinson atau kanker stadium akhir, terhuyung-huyung dalam pidatonya dan tampak hampir tertidur.
"Unit militer lainnya, termasuk kelompok Timur dan kelompok Barat, harus melaksanakan tugas mereka sesuai dengan rencana yang telah disetujui sebelumnya," kata Putin dengan suara serak.
Laporan tentang kondisi Putin yang menurun terus berlanjut setelah pemimpin itu terlihat tidak sehat di sebuah pertemuan publik dan difoto dengan seorang dokter kanker tiroid.
Pada bulan April, Putin bersulang sambil memegang lilin di dekat altar pada misa tengah malam untuk Paskah Ortodoks.
Dia difilmkan terlihat cemas dan menggigit bibirnya dan tampak gelisah.
Baca juga: Respons Rusia saat Isu Putin Sakit Parah Mencuat, Disebut Kena Kanker hingga Umurnya Tinggal 3 Tahun
Sementara itu, seorang kepala mata-mata AS mengklaim Putin menerima perawatan lanjutan untuk kanker.
Para pejabat tinggi dilaporkan mengatakan para pembantu di dalam Kremlin merasakan bahwa akhir sudah dekat bagi pemimpin Rusia itu.
Tiga kepala mata-mata AS, yang membaca laporan intelijen terbaru tentang kesehatan Putin pada akhir Mei, mengatakan ada kekhawatiran Putin semakin paranoid tentang kekuasaannya.
"Cengkeraman Putin kuat tetapi tidak lagi mutlak," ujar seorang sumber.
"Perebutan di dalam Kremlin tidak pernah lebih intens selama pemerintahannya, semua orang merasakan bahwa akhir sudah dekat."
Putin Diisukan Idap Kanker Ganas
Sementara kewarasannya dipertanyakan akibat keputusan menyerang Ukraina, kesehatan fisik Presiden Rusia Vladimir Putin turut menjadi perdebatan.
Pensiunan Laksamana Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Chris Parry, meyakini bahwa Putin mungkin sedang berjuang melawan kanker.
Kemungkinan, kondisi medis inilah yang mendorong keputusan untuk secara cepat melakukan invasi ke Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari NationalWorld, Rabu (9/3/2022), dalam seminar di Portsmouth Grammar School, Chris Parry menjelaskan prediksi tentang perang Rusia dan Ukraina.
Disebutkan bahwa Putin mungkin sedang berjuang melawan kanker, yang menjadi satu alasannya menginvasi Ukraina.
Hal ini merujuk beredarnya foto-foto Putin yang duduk di meja panjang saat menemui kepala negara atau stafnya.
Putin mengasingkan diri di ujung meja dan memberi jarak antara dirinya dan tamunya.
"Dia telah menggunakan meja yang sangat panjang ini untuk mewawancarai orang-orang,” kata Chris Parry.
"Saya pikir sistem kekebalannya mungkin tertekan saat ini."
"Jadi dia sedang terburu-buru," imbuhnya.
Pada bulan Februari Putin difoto tengah berbicara dengan presiden Prancis Emmanuel Macron di seberang meja berukuran 4 meter.
Tindakan ekstremnya telah memicu desas-desus bahwa pemimpin itu takut tertular Covid karena dia rentan terhadap infeksi parah.
Orang yang mengonsumsi obat penekan kekebalan, seperti pasien kanker atau mereka yang memiliki kondisi kronis, diketahui berisiko lebih tinggi tertular kasus Covid yang parah.
Ada spekulasi tentang apakah ini menjadi alasan Putin memisahkan diri dari para pemimpin asing dan bahkan rekan-rekannya sendiri
The Daily Star mengutip sumber intelijen AS yang mengklaim wajah Putin terlihat agak membengkak dalam foto-foto terbarunya.
Sumber yang tak disebutkan namanya itu mengatakan hal ini adalah efek samping dari obat kemoterapi atau steroid.
"Di masa lalu kami telah melihatnya tersenyum, tetapi pada tahun 2022, hanya sedikit fotonya yang tampak bahagia," ujar sumber tersebut.
"Penampilannya menunjukkan dia kesakitan dan orang-orang kami memprediksi ekspresi marah Putin kemungkinan besar karena ia merasa kesakitan."
"Orang-orang kami yakin dia sakit. Dia khawatir tentang Covid karena dia menjaga jarak dengan stafnya."
Hal senada diungkap Valery Solovei, ilmuwan politik dan mantan kepala Departemen Hubungan Masyarakat di Institut Hubungan Internasional Negara Moskow.
Sebelumnya, Solovei mengklaim Putin menderita kanker serta gejala Penyakit Parkinson.
Dia mengatakan Putin telah menjalani operasi darurat pada Februari 2020.
Sumber Rusia lainnya melanjutkan dengan mengklaim tindakan medis yang dilakukan Putin adalah operasi pengangkatan kanker perut. (TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2rat-diyakini-sebagai-bukti-putin-menderita-sakit-keras.jpg)