Konflik Rusia Vs Ukraina
Pimpinan CIA Bantah Rumor Putin Menderita Sakit Keras: Dia Mungkin Terlalu Sehat
Di tengah maraknya rumor Putin menderita sakit keras, kepala CIA justru berkata sebaliknya, menyatakan sang Presiden Rusia dalam kondisi sehat.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Pemimpin Rusia yang dikabarkan menderita Parkinson atau kanker stadium akhir, terhuyung-huyung dalam pidatonya dan tampak hampir tertidur.
"Unit militer lainnya, termasuk kelompok Timur dan kelompok Barat, harus melaksanakan tugas mereka sesuai dengan rencana yang telah disetujui sebelumnya," kata Putin dengan suara serak.
Laporan tentang kondisi Putin yang menurun terus berlanjut setelah pemimpin itu terlihat tidak sehat di sebuah pertemuan publik dan difoto dengan seorang dokter kanker tiroid.
Pada bulan April, Putin bersulang sambil memegang lilin di dekat altar pada misa tengah malam untuk Paskah Ortodoks.
Dia difilmkan terlihat cemas dan menggigit bibirnya dan tampak gelisah.
Baca juga: Respons Rusia saat Isu Putin Sakit Parah Mencuat, Disebut Kena Kanker hingga Umurnya Tinggal 3 Tahun
Sementara itu, seorang kepala mata-mata AS mengklaim Putin menerima perawatan lanjutan untuk kanker.
Para pejabat tinggi dilaporkan mengatakan para pembantu di dalam Kremlin merasakan bahwa akhir sudah dekat bagi pemimpin Rusia itu.
Tiga kepala mata-mata AS, yang membaca laporan intelijen terbaru tentang kesehatan Putin pada akhir Mei, mengatakan ada kekhawatiran Putin semakin paranoid tentang kekuasaannya.
"Cengkeraman Putin kuat tetapi tidak lagi mutlak," ujar seorang sumber.
"Perebutan di dalam Kremlin tidak pernah lebih intens selama pemerintahannya, semua orang merasakan bahwa akhir sudah dekat."
Putin Diisukan Idap Kanker Ganas
Sementara kewarasannya dipertanyakan akibat keputusan menyerang Ukraina, kesehatan fisik Presiden Rusia Vladimir Putin turut menjadi perdebatan.
Pensiunan Laksamana Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Chris Parry, meyakini bahwa Putin mungkin sedang berjuang melawan kanker.
Kemungkinan, kondisi medis inilah yang mendorong keputusan untuk secara cepat melakukan invasi ke Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari NationalWorld, Rabu (9/3/2022), dalam seminar di Portsmouth Grammar School, Chris Parry menjelaskan prediksi tentang perang Rusia dan Ukraina.
Disebutkan bahwa Putin mungkin sedang berjuang melawan kanker, yang menjadi satu alasannya menginvasi Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2rat-diyakini-sebagai-bukti-putin-menderita-sakit-keras.jpg)