Konflik Rusia Vs Ukraina
VIDEO 142 Senjata Canggih Kiriman AS Sudah Tiba, Ukraina Bidik Target Baru, akan Gempur Krimea
Ukraina telah mendapatkan senjata canggih dari Amerika Serikat, adanya senjata itu Ukraina menetapkan target baru dan menghancurkan jembatan Krimea.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak dua senjata canggih dari Amerika Serikat yakni sistem roket peluncuran ganda 142 HIMARS dan M270 MLRS dari Amerika Serikat diterima oleh Ukraina.
Ukraina mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat untuk menghadapi Rusia.
Dengan adanya senjata canggih tersebut, Ukraina kini semakin berani menetapkan target baru.
Disebutkan target baru itu adalah menghancurkan jembatan Krimea.
Baca juga: VIDEO Rusia Siap Luncurkan Serangan Baru, Intelijen Ukraina: Bukan Hanya Rudal dari Udara dan Laut
Dikutip dari Tribunnews.com, tampaknya Ukraina berkomitmen membalas serangan Rusia yang menginvasi wilayahnya.
Kedatangan dua senjata modern ini diumumkan Menteri Pertahanan Ukraina, Alexey Reznikov.
Dengan bantuan AS, Ukraina akan menghancurkan jembatan yang menghubungan Pulau Krimea dengan Rusia.
Ukraina bakal segera merebut wilayah itu kembali kepangkuannya.
Diketahui, senjata yang dikirim AS itu merupakan sistem penembakan jarak jauh.
Ukraina berpandangan sistem roket peluncuran ganda 142 HIMARS dan M270 MLRS buatan AS itu sangat mendukung dalam mencapai targetnya.
Mengenai hal ini, Juru Bicara Direktorat Intelijen Ukraina di Kementerian Pertahanan, Vadim Skibitskiy angkat bicara.
Baca juga: VIDEO - Serangan Rusia Kena Objek Sipil Ukraina, Zelensky Geram dan Sebut Putin sebagai Teroris
Menurutnya, Semenanjung Krimea telah menjadi pusat pergerakan semua peralatan dan senjata dari Rusia.
“Hari ini, Semenanjung Krimea telah menjadi pusat pergerakan semua peralatan dan senjata yang berasal dari Federasi Rusia ke selatan negara kita," ujarnya.
Melaui jembatan Krimea, Rusia telah mengaksesnya untuk pemasokan perangkat keras militer, amunisi, dan bahan-bahan lainnya.
"Ini, pertama-tama, sekelompok perangkat keras militer, amunisi, dan bahan-bahan yang terkonsentrasi di Krimea, dan kemudian dikirim untuk memasok pasukan pendudukan Rusia,” kata Skibitskiy.