Konflik Rusia Vs Ukraina
Demi Lawan Rusia, Pasukan Militer Ukraina Usir Ibu Hamil hingga Bayi Baru Lahir dari RS Bersalin
Demi melawan pasukan militer Rusia, tentara Ukraina tega mengusir ibu hamil hingga ibu yang baru melahirkan dari RS bersalin.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Mulai dari ibu hamil, baru melahirkan hingga bayi yang baru saja dilahirkan diusir oleh pasukan militer Ukraina dari sebuah rumah sakit bersalin yang ada di Odessa.
Bahkan tenaga medis yang berusaha menghentikan para tentara Ukraina tersebut justru diserang dan diusir dari RS.
Dilansir TribunWow.com dari rt.com, informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Komando Pertahanan Nasional Rusia Mikhail Mizintsev, Rabu (13/7/2022).
Baca juga: Putus Kontak sejak Anaknya Perangi Pasukan Ukraina, Ibu di Rusia Dapat Kabar Buruk dari Medsos
"Seluruh pasien, tidak peduli kondisi kesehatan mereka, termasuk pasien ruang bersalin dan bayi baru lahir mereka diusir secara kejam dari rumah sakit, sementara itu tenaga medis yang mencoba mencegah para neo nazi menderita kekerasan fisik," ungkap Mizintsev.
Mizintsev mengatakan, rumah bersalin yang telah dikosongkan kemudian dimanfaatkan sebagai barak, tempat menembak, hingga markas komando.
Terkait kasus ini, Mizintsev mendesak organisasi internasional termasuk organisasi kesehatan dunia alias WHO agar mendesak Ukraina berhenti menggunakan fasilitas medis untuk kepentingan militer.
Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah sakit bersalin di wilayah pro Rusia telah menjadi target serangan artileri pasukan militer Ukraina.
Serangan ini diketahui terjadi di Donetsk pada Senin (13/6/2022).
Dikutip TribunWow.com, media Rusia rt.com turut menunjukkan sebuah video yang menampilkan kondisi di dalam rumah bersaling tersebut.
Tampak jendela rumah bersalin tersebut pecah, pecahan kaca terlihat berserakan di bawah.
Sejumlah wanita hamil terekam berkumpul di lorong.
Berdasarkan keterangan seorang karyawan, rumah bersalin tersebut diserang hingga 20 kali.
Seorang pasien wanita bercerita bahwa dirinya tidak menggunakan rumah bersalin sebagai tempat persembunyian.
Dalam insiden ini tidak ada pasien ataupun karyawan rumah bersalin yang mengalami luka.
Kementerian Kesehatan Donetsk menyatakan seluruh warga sipil berhasil dievakuasi.
Baca juga: Ungkit Masa Genting Konflik Rusia-Ukraina, Muncul Petisi Minta Zelensky Legalkan Nikah Sesama Jenis
