Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Ukraina Ingatkan pada Bom Atom Hiroshima-Nagasaki, Pejabat Kherson Pro-Rusia: Kami Terkejut

Pejabat administratif yang ditunjuk Rusia di Kherson sebut serangan Ukraina serupa bom Hiroshima-Nagasaki.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun Travel
Ilustrasi ledakan bom atom. Terbaru, pejabat pro-Rusia sebut serangan Ukraina seperti bom atom Hiroshima-Nagasaki, Senin (11/7/2022). 

"Ketika anda memberi perintah untuk mengebom pusat kota yang damai, ini adalah kejahatan, kejahatan yang jelas yang tidak memiliki undang-undang pembatasan. Ini adalah tragedi nyata," tuding Leontyev.

Baca juga: UPDATE Invasi Rusia ke Ukraina: Kota Kherson Direbut hingga Peperangan Terus Terjadi di Kharkiv

Ukraina Minta Warga Mengungsi

Pemerintah Ukraina mengintruksikan penduduknya yang berada di wilayah konflik untuk mengungsi untuk menghindari pertempuran yang akan terjadi.

Dilansir TribunWow.com, penduduk distrik Kherson dan Zaporizhzhia yang diduduki Rusia untuk menyelamatkan diri sesegera mungkin dengan semua cara yang tersedia.

Seperti dilaporkan Ukrinform, Minggu (10/7/2022), hal ini diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina sekaligus Menteri Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara Iryna Vereshchuk.

Baca juga: Penampakan Apartemen di Ukraina yang Kena Serangan Roket Rusia, 15 Tewas dan 30 Tertimpa Puing-puing

Menurut keterangannya, para penduduk perlu menyingkir dari wilayah perang agar tak terkena dampak dari pertempuran yang disinyalir akan segera pecah.

Sehingga, militer Ukraina bisa leluasa bertempur untuk dapat membebaskan wilayah-wilayah ini tanpa membahayakan penduduk sipil.

"Ini perlu dilakukan agar Angkatan Bersenjata Ukraina tidak membahayakan penduduk sipil selama operasi ofensif," kata Vereshchuk dalam telethon nasional.

Dia meminta warga untuk pergi ke segala arah, bahkan melalui Krimea yang diduduki Rusia.

Selain itu, Vereshchuk melaporkan bahwa 30 persen penduduk wilayah yang diduduki sementara oleh Rusia gagal melewati sistem penyaringan yang dibuat Rusia.

"Rusia membawa orang-orang yang mereka anggap berbahaya, kebanyakan pria, ke ruang bawah tanah," tambah Vereshchuk.

Video protes warga Kherson, Ukraina berakhir seusai tentara Rusia melemparkan granat kejut dan tembakkan peringatan, Senin (21/3/2022).
Video protes warga Kherson, Ukraina berakhir seusai tentara Rusia melemparkan granat kejut dan tembakkan peringatan, Senin (21/3/2022). (YouTube The Telegraph)

Baca juga: Rusia Tuding Kelompok Sabotase Ukraina Sedang Siapkan Rekayasa di Kherson, Ulangi Insiden Bucha?

Seperti diberitakan, Dewan Regional Kherson mendesak penduduk di wilayah itu untuk meninggalkan wilayah yang direbut musuh dan lokasi yang tidak difasilitasi persediaan tempat tinggal, makanan, dan air.

Sementara itu, saksi mata telah melaporkan adanya serangan terhadap unit militer Rusia di Kherson.

Rudal Ukraina diduga menargetkan unit militer di Jalan Pestelia.

Dalam foto-foto yang dipublikasikan oleh saksi mata, asap berasal dari daerah itu.

Halaman 2/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyKhersonHiroshima
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved