Konflik Rusia Vs Ukraina
Uni Eropa Tegas Bicara soal Kemungkinan Berperang dengan Rusia Buntut Konflik Ukraina
Kepala Diplomasi Uni Eropa, Josep Borrell, memberi jawaban tegas soal keterlibatan dalam konflik Rusia dan Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Perwakilan aliansi Uni Eropa (UE) memberikan pernyataan mengenai sikapnya terkait konflik antara Rusia dan Ukraina.
Dilansir TribunWow.com, UE rupanya memiliki pandangan sendiri terkait keterlibatannya dalam perang tersebut.
Meski tengah mempertimbangkan akan beraliansi dengan Ukraina, UE tegas mengatakan tak akan ikut berperang.
Baca juga: Berdalih akibat Sanksi Perang Ukraina, Rusia Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Apa Akibatnya?
Seperti dilaporkan media Rusia RIA Novosti, Rabu (6/7/2022), Josep Borrell, kepala diplomasi UE menerangkan bahwa sanksi akan tetap menjadi tanggapan utama terhadap agresi militer di Ukraina.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jepang Yomiuri, ia menyebutkan bahwa UE telah melangkah lebih jauh dibandingkan saat awal konflik.
"Kami mulai bergerak dari niat ke tindakan, menunjukkan bahwa ketika kami diprovokasi, Eropa dapat merespons. Karena kami tidak ingin berperang dengan Rusia, sanksi ekonomi sekarang menjadi inti dari tanggapan ini," ujar Borell.
Ia menambahkan bahwa tindakan yang diambil terhadap Rusia sudah mulai berlaku dan akan diintensifkan dalam beberapa bulan mendatang.
Diketahui, setelah dimulainya invasi Rusia di Ukraina, Barat meningkatkan tekanan sanksi terhadap Moskow.
Banyak negara telah mengumumkan pembekuan aset Rusia, sementara seruan untuk mengembargo ekspor energi dari Rusia semakin gencar disuarakan.
Baca juga: Keluhan Turis Rusia yang Kehabisan Uang di Bali akibat Sanksi Invasi ke Ukraina: Kami Khawatir
Menurut Rusia, langkah-langkah ini memberikan pukulan serius bagi Barat yang menyebabkan peningkatan inflasi dan melonjaknya harga makanan serta bahan bakar.
Seperti yang dicatat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, sanksi ini dikatakan telah memberikan pukulan serius bagi seluruh ekonomi global.
Ia menuding tujuan utama Barat adalah untuk memperburuk kehidupan jutaan orang di dunia.
Menurutnya, peristiwa saat ini menarik garis di bawah dominasi global Barat baik dalam politik maupun ekonomi.
Baca juga: Amerika Beri Sanksi Rusia, Mulai Lumpuhkan Ekonomi hingga Bekukan Cadangan Emas Negara Putin
Bom Atom Ekonomi Dijatuhkan ke Rusia
Aliansi negara Sekutu mengenakan sanksi ekonomi yang semakin keras terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.
Target terbarunya melibatkan pelarangan akses Rusia ke SWIFT, singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bendera-ukraina-di-gedung-european-parliament-badan-legislatif-uni-eropa.jpg)