Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sekutu Putin Sebut Belarusia dan Rusia Bersatu, Lukashenko: Eropa akan 'Dibersihkan'

Pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko mengklaim akhir pekan ini bahwa dia pikir sudah waktunya bagi Eropa untuk menghadapi “pembersihan moral”.

YouTube Daily Mail
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyambut kedatangan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada 18 Februari 2022. 

TRIBUNWOW.COM - Pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko mengisyaratkan apa yang mungkin terjadi selanjutnya dalam perang Rusia dan Ukraina.

Dikutip dari Kompas.com, sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin itu mengklaim sudah waktunya bagi Eropa untuk menghadapi “pembersihan moral” akhir pekan ini.

Alexander Lukashenko tak merinci lebih lanjut tentang apa yang akan terjadi di perang Rusia dan Ukraina.

“Waktunya telah tiba bagi Eropa yang pelupa untuk melakukan pembersihan moral,” kata Lukashenko menurut BelTA, dilansir The Daily Beast.

Baca juga: Wajah Penuh Luka dan Anaknya Ditandu, Ini Penampakan Warga Rusia di Ukraina Korban Serangan Misil

Lukashenko menyebutkan bahwa upaya untuk memerangi Nazi dari Perang Dunia II, atau yang disebut Rusia sebagai “Perang Patriotik Hebat,” belum berakhir.

Dia menggemakan klaim Rusia bahwa mereka mengobarkan perang di Ukraina untuk “mendenazifikasi” atau melawan Nazi di Ukraina.

"Ini adalah perang untuk menghancurkan etnis, budaya, dan seluruh bangsa Slavia. Hari ini kita sering mengatakan bahwa perang ini belum berakhir,” kata Lukashenko.

“Ini belum berakhir karena tidak semua orang yang terlibat dalam perang itu … telah dihukum. Perang itu belum berakhir karena sekali lagi, garis depan, kami mempertahankan ingatan sejarah kami.”

Baca juga: Ambil Kebijakan Sepihak Tanpa Izin Presiden, Militer Ukraina Kena Marah Zelensky

Rencananya untuk “pembersihan” di Eropa bertepatan dengan klaim Lukashenko bahwa Ukraina meningkatkan ketegangan dengan Belarus.

Lukashenko mengklaim bahwa pasukan Ukraina menembakkan rudal ke Belarus, yang katanya berhasil ditembak jatuh oleh militer Belarusia.

“Kami sedang diprovokasi,” katanya, tanpa memberikan bukti bahwa rudal tersebut memang menargetkan pos militer Belarusia.

“Mereka masih berusaha menyeret kita ke dalam perang di Ukraina. Tujuannya adalah untuk menyingkirkan Rusia dan Belarusia sekaligus.”

Pernyataannya yang mengkhawatirkan datang hanya beberapa minggu setelah otoritas Belarusia mengumumkan bahwa pemerintah akan membentuk unit militer baru di perbatasan dengan Ukraina.

Baca juga: Dianggap Veteran, Dokter hingga Kuli Bangunan Rusia yang Pergi ke Ukraina akan Dapat Hak Istimewa

Belarusia juga akab membentuk milisi rakyat, dan meluncurkan latihan baru untuk mempersiapkan perang.

Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat AS bahwa Putin mungkin terlibat, dengan memanfaatkan Lukashenko untuk berakting di Ukraina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Alexander LukashenkoBelarusiaRusiaUkraina
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved