Konflik Rusia Vs Ukraina
Jerman Ajak Negara Lain Cegah Rusia Manfaatkan Momen G20: Ini untuk Kepentingan Kita Semua
Jerman menyampaikan sebuah statement mengajak negara-negara lain untuk mencegah Rusia memanfaatkan momen G20 di Indonesia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Menteri Luar Negeri Rusia, Annalena Baerbock menegaskan bahwa jangan sampai Rusia diberikan kesempatan untuk memanfaatkan momen G20 di tengah konflik yang terjadi di Ukraina.
Jerman turut mengajak negara lain agar Rusia tidak menjadikan G20 sebagai panggung.
Dikutip TribunWow.com dari aljazeera.com, pernyataan ini disampaikan oleh Baerbock sebelum dirinya tiba di Bali, Indonesia.
Baca juga: Pastikan Rusia Siap Totalitas di G20, Lavrov Buka Suara soal Kehadiran Putin di Bali
"Ini adalah untuk kepentingan kita semua untuk memastikan hukum internasional dihormati dan dipatuhi," ujar Baerbock.
Jerman mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan membiarkan Rusia memanfaatkan momen G20 demi kepentingan mereka.
Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri dipastikan akan menghadiri konferensi tinggkat tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia pada November mendatang.
Namun masih belum diketahui bagaimana Putin akan hadir di Bali, apakah langsung ke lokasi KTT atau melalui daring.
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi format kehadiran Putin di KTT G20 nanti.
Pertama, Lavrov mengungkit soal perkembangan situasi dunia, kemudian Lavrov turut mengungkit soal epidemi dan situasi sanitasi di Asia tenggara.
Lavrov mengatakan, Rusia menganggap G20 sebagai forum ekonomi internasional yang efektif untuk pemerintahan multilateral di mana kebijakan yang diambil harus dipertimbangkan untuk kepentingan seluruh dunia.
Lavrov turut bercerita, G20 dibuat untuk mengatasi krisis ekonomi dan finansial global, mempromosikan perkembangan yang berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi.
"Kami siap untuk membuat kontribusi signifikan untuk membuat perkembangan di area-area tersebut (layanan kesehatan, ketahanan energi, dan digitalisasi)," ungkap Lavrov.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjawab undangan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir di KTT G20 Bali.
Dilansir TribunWow.com, ia menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam acara itu akan tergantung pada situasi keamanan di Ukraina saat itu.
Selain itu, Zelensky juga akan mempertimbangkan komposisi peserta dalam acara yang juga mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin itu.
Baca juga: Saat di Ukraina, Jokowi Tawarkan Diri Bawakan Pesan Zelensky untuk Putin di Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5ggota-termasuk-negara-yang-diundang-serta-organisasi-internasional.jpg)