Persib Bandung
Persib Bandung Puasa Gelar sejak 7 Tahun Silam, Bobotoh Desak Manajemen untuk Segera Ganti Sosok Ini
Persib Bandung puasa gelar sejak 7 tahun silam, Bobotoh langsung minta ganti dan banjiri kritikan tajam sosok di tim kepelatihan Maung Bandung.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Lailatun Niqmah
Adu strategi itu pun akhirnya membuahkan hasil positif bagi PSS Sleman.
Pada laga tersebut, PSS Sleman berhasil membuka keunggulan melalui sundulan Boaz Solossa (52').
Namun sayang, pelanggaran Syaiful terhadap Arsan Makarim di dalam kotak penalti PSS Sleman sempat beri asa Persib Bandung untuk memenangkan pertandingan.
Mengingat wasit langsung menunjuk titik putih dan kartu kuning kedua didapatkan oleh bek PSS Sleman tersebut.
Sementara Marc Klok yang jadi algojo sukses bungkam M Ridwan dengan sepakan penalti terukur dan terarah ke sudut kanan gawang PSS Sleman (84').

Baca juga: Robert Alberts Angkat Bicara soal Debut Duo Timnas dan Minta Ini pada Bek Anyar Persib Bandung
Meski sempat buat pendukung PSS Sleman, BCS-Slemania ketar-ketir, namun anak asuh Seto Nurdiantoro tetap tampil konsisten.
Mereka nampak tenang dan terus menjaga area defence dengan rapi dengan sesekali melancarkan counter attack di sisa laga.
Alhasil, skor imbang masih warnai 90 menit dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di babak adu penalti, dua algojo Maung Bandung Erwin Ramdani dan Achmad Jufriyanto, gagal mengeksekusi penalti untuk Persib Bandung.
Sementara itu, empat algojo PSS Sleman berhasil lakukan tugasnya dengan apik tanpa satu pun mengalami kegagalan.

Baca juga: Starting Line Up Persib Bandung Vs PSS Sleman, Maung Bandung Tampil Menyerang, Super Elja Parkir Bus
Skor akhir PSS Sleman berhasil menang dengan skor 5-3 atas Persib Bandung.
Imbas kekalahan itu, Persib Bandung harus puas menelan banyak kritikan tajam dari para Bobotoh dan Viking di Instagram resmi tim.
Banjir kritikan tajam tak terelakan.
Banyak faktor yang di anggap jadi permasalahan utama kekalahan Persib Bandung dari PSS Sleman.
Terutama menyasar kepada taktik Robert Alberts dan performa Achmad Jufriyanto, Febri Hariyadi serta Fitrul Dwi Rustapa.