Konflik Rusia Vs Ukraina
VIDEO - PM Inggris Hitung Putin 35 Kali Ancam Perang Nuklir, Sebut Coba Buat Rusia Vs NATO
Perdana Menteri Inggris menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin telah berusaha mengalihkan invasinya menjadi pertarungan dengan aliansi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Perdana Menteri Inggris menyebut kini perang Rusia vs Ukraina telah berubah menjadi pertarungan Rusia melawan NATO.
Hal ini lantaran Presiden Rusia Vladimir Putin sudah 35 kali memberikan ancaman perang nuklir.
Dikutip dari Newsweek, Minggu (1/7), Boris Johnson mengatakan itu saat menghadiri KTT NATO di Madrid, Spanyol.
Baca juga: VIDEO PM Inggris Sebut Vladimir Putin Pernah Ancam Perang Nuklir sampai 35 Kali sejak Invasi Ukraina
"Ada analisis yang saya pikir telah dilakukan oleh seseorang baru-baru ini, sebuah think tank, bahwa mereka melihat sekitar 35 sebutan atau mungkin sedikit lebih sekarang," katanya.
Putin mengingatkan kewaspadaan di Barat ketia ia menempatkan pasukan nuklirnya dalam siaga tinggi.
Sementara Kremlin menyatakan bahwa Rusia hanya akan menggunakan senjata konvensial di Ukraina.
Momok rudal nuklir telah menjadi tema konstan di televisi pemerintah Rusia, yang mendorong pesan Kremlin tentang perang Ukraina.
Baca juga: VIDEO Tembok Baja Baru Polandia di Perbatasan Setinggi 5,5 M, Dibuat untuk Lawan Rusia
Terlebih, Rusia telah berhasil uji coba rudal nuklir antarbenua bernama Sarmat (ICBM).
Senjata itu dikabarkan akan ditempatkan pada akhir tahun ini.
Mereka juga secara teratur membicarakan prospek pertempuran antara Rusia dan NATO.
Meski begitu, Johnson tak mempedulikan kemungkinan apa yang akan dilakukan Putin.
"Sangat, sangat penting bahwa kita tidak boleh ... membiarkan diri kita teralihkan oleh serangan pedang semacam ini," katanya.
Johnson menilai hal ini adalah upaya untuk mengundang konflik Rusia dengan aliansinya.
"Pada dasarnya, apa yang coba dilakukan Putin adalah membingkai ulang ini sebagai sesuatu tentang Rusia versus NATO ... bukan," imbuhnya.
Ia pun juga menyinggung terkait aksi brutal Rusia selama menyerang kota-kota di Ukraina.