Konflik Rusia Vs Ukraina
NATO Minta Ukraina Terus Lawan Rusia: Pertempuran Ini Hanya Bisa Dimenangkan di Medan Perang
Statement NATO menunjukkan sinyal tak ada keinginan untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina lewat negosiasi damai.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pernyataan kontroversial disampaikan oleh seorang anggota pakta pertahanan NATO.
Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo meminta Ukraina untuk terus memerangi Rusia.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pernyatan ini disampaikan oleh Alexander kepda jurnalis saat KTT NATO di Madrid, Spanyol, Rabu (29/6/2022).
Baca juga: Putin Balas Sindiran PM Inggris dkk Ingin Buka Baju saat KTT G7: Akan Jadi Pemandangan Menjijikan
"Kita menegaskan bahwa perang ini hanya bisa dimenangkan di medan perang," kata Alexander.
"Dan kita harus terus membantu Presiden Zelensky dan rakyat Ukraina sebanyak mungkin agar bisa memenangkan pertempuran di medan perang," ujarnya.
Anggota-anggota NATO diketahui telah memberikan pelatihan kepada pasukan militer Ukraina sejak tahun 2014 silam ketika terjadi pemberontakan di Kiev/Kyiv.
Sebelumnya NATO meyakini konflik antara Rusia dan Ukraina akan berakhir lewat negosiasi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, Sabtu (25/6/2022).
"Kemungkinan besar, perang ini akan berakhir di meja negosiasi," kata Stoltenberg.
Stoltenberg menjelaskan, saat ini tanggung jawab NATO adalah untuk memastikan Ukraina memiliki posisi yang kuat saat melakukan perundingan dengan Rusia agar kedaulatan negara di Eropa tetap terjaga.
Menurut Stoltenberg, cara paling ampuh untuk membantu Ukraina adalah dengan mengirimkan bantuan militer, ekonomi, hingga sanksi terhadap musuh Ukraina yakni Rusia.
Saat ditanya kapan negosiasi damai akan terwujud, Stoltenberg menolak untuk berkomentar.
"Perdamaian selalu dapat dicapai jika Anda menyerah," kata dia.
"Namun Ukraina berperang demi kemerdekaannya, demi haknya untuk berdiri, demi hak untuk menjadi negara demokrasi tanpa menyerah kepada kekuatan Rusia."
"Dan Ukraina siap untuk membayar harga yang sangat tinggi untuk mengorbankan diri mereka demi nilai-nilai tersebut."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2a-berfoto-di-markas-nato-di-brussels-24-maret-2022.jpg)