Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sangsi Putin Berani Mulai Perang Lawan NATO, Menteri Inggris: Rusia Pasti Benar-benar Gila

Menteri Teknologi dan Ekonomi Digital Inggris, Chris Philp, sebut Rusia gila jika berani menantang perang NATO.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AFP/ Mikhail Metzel
Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah di pusat kota Moskow pada Senin, (9/5/2022). Terbaru, menteri Inggris sangsi Putin akan memulai perang dengan NATO, Selasa (28/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Teknologi dan Ekonomi Digital Inggris, Chris Philp, menilai Rusia hilang akal jika benar-benar memulai perang dengan NATO.

Pasalnya, pasukan NATO yang merupakan aliansi dari sejumlah negara memiliki jumlah pasukan yang lebih besar.

Dilansir TribunWow.com dari Mirror, Selasa (28/6/2022), Philp juga mengecam aksi Rusia yang telah melakukan pengeboman ke sebuah pusat perbelanjaan Ukraina.

Baca juga: Ukraina Menyerah Tak Jadi Gabung ke NATO, Penasihat Zelensky Ungkap Keinginan Terbaru sang Presiden

Komentar menteri teknologi itu menyusul intervensi dari Panglima Angkatan Darat, Kepala Staf Umum Jenderal Sir Patrick Sanders, yang menyarankan situasi saat ini seperti persiapan untuk perang dunia kedua.

Ditanya tentang pandangan itu, Philp mengatakan dalam wawancara yang ditayangkan oleh saluran TV Sky News.

"Saya pikir itu mengacu pada fakta bahwa kita perlu melakukan semua yang kita bisa untuk mendukung Ukraina," ujar Philp.

"Kami tidak ingin melihat eskalasi menjadi konflik yang lebih luas."

Menurut Philp Rusia yang dipimpin Presiden Vladimir Putin tidak akan berani menginisiasi perang dengan NATO.

Pasalnya, sejak keruntuhan Uni Soviet, aliansi negara itu pun telah menjadi lebih kuat, terutama dengan dukungan AS.

“Saya pikir Rusia pasti benar-benar gila (jika) mencoba melakukan itu, karena NATO adalah blok yang jauh lebih besar dan jauh lebih kuat," ujar Philp.

Bendera-bendera anggota negara NATO yang dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung dalam Hari Peringatan Holocaust, Kamis (27/1/2022).
Bendera-bendera anggota negara NATO yang dikibarkan setengah tiang sebagai tanda berkabung dalam Hari Peringatan Holocaust, Kamis (27/1/2022). (Instagram @nato)

Baca juga: Bisa Picu PD III, Rusia Kebakaran Jenggot Ancam Serang Negara NATO karena Hal Ini

Philp kemudian mengecam pengeboman yang dilakukan pasukan Putin pada toko di Kremenchuk yang memicu kecaman internasional.

Ia menyebutnya sebagai tindakan terorisme, saat dia menunjuk pada upaya Inggris untuk mendukung Ukraina dalam perang.

Di sisi lain, Philp bersikeras bahwa Pemerintah Inggris berkomitmen untuk angkatan bersenjata.

Ia menanggapi tentang laporan bahwa Menteri Pertahanan Ben Wallace telah meminta Boris Johnson untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan Inggris menjadi 2,5 persen dari PDB – tambahan 20 persen per tahun – pada tahun 2028, di tengah perang di Ukraina.

"Jelas menteri, sekretaris negara di seluruh Pemerintah, membuat representasi kepada perdana menteri dan kanselir di sekitar anggaran mereka sendiri dan mereka akan dipertimbangkan dengan baik pada saat tinjauan pengeluaran", kata Philp.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Vladimir PutinRusiaUkrainaNATO
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved