Konflik Rusia Vs Ukraina
Beredar Video Misil Rusia Balik Arah Serang Pemiliknya seusai Gagal Terbang ke Target
Heboh video di medsos menampilkan misil yang ditembakkan pasukan Rusia mengalami malfungsi hingga berputar arah tak lama setelah ditembakkan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Pria yang mengaku bernama Maksimets Anton Anatolievich itu mengaku menyesal ikut berperang.
Ia memberi pesan pada koleganya yang lain agar jangan berani-berani melawan para tentara Chechnya.
"Jangan pernah melawan orang Chechnya!," tulis Kadyrov.
"Ini adalah kebenaran sederhana yang belum sepenuhnya dipahami oleh Banderites dan nasionalis, tetapi banyak dari mereka secara aktif menyadarinya. Seperti, misalnya, Anton Maksimets dari wilayah Vinnitsa, yang ditangkap oleh tentara kami di wilayah Tashkovka."
Ia mengklaim sang tahanan ketakutan mengetahui kekuatan tentara Chechnya.
Bahkan, disebutkan para prajurit Chechnya telah menjadi momok bagi pasukan Ukraina yang disebutnya sebagai Banderit.
"Anton Anatolyevich tidak hanya dengan tulus menyesali bahwa dia berani berperang melawan orang-orang Chechnya, tetapi bahwa dia bahkan (menyesal) datang ke Tashkovka. Menurutnya, setiap bentrokan dengan pejuang Chechnya menyebabkan kengerian sejati di jajaran Banderit dan nasionalis. Dan hanya teriakan agung kita ' AKHMAT-POWER', yang mereka ulangi seperti mantra, mampu menenangkan hati mereka yang gemetar," tulis Kadyrov.
"Saya telah berulang kali memperingatkan anda, Banderit kami yang terkasih, bahwa kami akan mengubah perlawanan anda menjadi konsekuensi yang menakutkan."
"Lebih baik jangan ke sini dan berdirilah di samping mereka yang berusaha melindungi rakyat Ukraina dari perbudakan Barat. Keturunan akan dengan tulus berterima kasih untuk langkah berani seperti itu."
Pendukung invasi Rusia ke Ukraina sering menyebut tentara Ukraina sebagai nasionalis atau Banderit, berdasar nama pemimpin politik Ukraina dan simpatisan Nazi Stepan Bandera (1909-1959).
Bandera dianggap oleh banyak orang Ukraina sebagai pahlawan nasionalis, meskipun faktanya para pengikutnya dituduh melakukan kekejaman terhadap Polandia dan Yahudi.
Sementara itu, sebutan 'Akhmat' mengacu pada Resimen Bermotor Khusus ke-141, juga dikenal sebagai Kadyrovites atau Kadyrovtsy.
Resimen itu dinamai berdasarkan Akhmad (juga diterjemahkan sebagai Akhmat) Kadyrov, presiden pertama Republik Chechnya dan ayah Ramzan yang tewas dalam pengeboman stadion Grozny tahun 2004.
Kadyrovtsy adalah organisasi paramiliter yang berfungsi sebagai perlindungan kepala Republik Chechnya.
Meskipun mereka secara nominal di bawah payung Garda Nasional Rusia, dalam praktiknya, Kadyrovites hanya patuh pada Ramzan Kadyrov saja.(TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2ta-alchevsk-luhansk-pada-jumat-2462022.jpg)