Konflik Rusia Vs Ukraina
Punya Kebun Anggur hingga Resort Ski, Beredar Bukti Putin Diam-diam Hidup Bermewah-mewahan
Media independen Rusia menemukan sejumlah bukti bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin membeli sejumlah barang mewah mulai dari vila hingga kapal pesiar.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sudah sejak lama beredar kabar Presiden Rusia Vladimir Putin hidup bermewah-mewahan dengan sumber harta yang legalitasnya dipertanyakan.
Baru-baru ini ditemukan bukti bahwa Putin diam-diam membeli sejumlah barang mewah, mulai dari villa, resort, hingga kebun anggur.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, bukti-bukti ini ditemukan oleh Proyek Pelaporan Kejahatan dan Korupsi Terorganisir sekaligus media independen Rusia bernama Meduza.
Baca juga: Bicara ke Pimpinan Uni Afrika, Zelensky Peringatkan Dampak Invasi Rusia: Mereka Coba Memanfaatkanmu
Saat ini diyakini kekayaan Putin mencapai angka 170 miliar poundsterling.
Meduza menemukan jejak digital bagaimana terdapat sebuah email bernama LLCInvest.ru di balik sejumlah properti mewah di berbagai daerah di Rusia yang diduga kuat milik Putin.
Alamat email ini juga terkoneksi dengan 86 perusahaan dan organisasi berbeda yang semuanya beroperasi di bawah sever milik perusahaan Moskomsvyaz yang memiliki hubungan dekat dengan Bank Rossiya.
Sementara itu aset-aset mewah yang diduga kuat dimiliki Putin di antaranya adalah vila mewah di kawasan Laut Hitam senilai 1 miliar poundsterling dan memiliki luas sebesar 18 ribu meter persegi.
Kemudian Putin juga memiliki berhektar-hektar kebun anggur.
Selain di kawasan Laut Hitam, Putin juga memiliki rumah khusus rekreasi di Danau Ladoga dan Laut Baltik di Utara Rusia.
Kemudian Putin juga memiliki kapal pesiar bernama Nega dan Shellest yang memiliki kolam renang berlapis emas.
Putin diketahui juga memiliki resort ski di Igora yang pernah ia gunakan sebagai tempat pernikahan putrinya di tahun 2013 lalu.
Baca juga: Jubir Putin Buka Suara soal Nasib 2 Warga AS yang Tertangkap saat Bantu Ukraina Perangi Rusia
Putin sendiri saat ini dikabarkan menghadapi potensi akan dibunuh seperti tiran Libya Muammar Khadafi jika gagal menang di Ukraina.
Mantan kroni Putin mengatakan pemimpin Rusia itu akan diserang oleh lingkaran dalamnya sendiri jika ia terlihat lemah.
Bahkan saat ini, Presiden 69 tahun itu diklaim sudah dikelilingi pemangsa yang siap mengakhiri kiprahnya.
Dilansir TribunWow.com dari The Sun, Kamis (16/6/2022), Igor Girkin adalah seorang veteran intelijen dan tentara yang mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut.
Dia sebelumnya adalah komandan pro-Putin yang gigih dan bahkan membantunya mencaplok Krimea dan menaklukkan Donbas pada tahun 2014.
Girkin mengatakan militer dan blok keamanan Rusia kehilangan kesetiaan mereka kepada Putin karena kegagalan menjalankan invasi di Ukraina.
"Intelijen telah gagal, baik secara politik maupun militer," kata Girkin (51), dalam sebuah video.
"Tentara tidak bisa bertarung secara normal karena tidak ada (keinginan untuk bertarung). FSB tidak bisa menangkap penjahat yang melarikan diri ke luar negeri berbondong-bondong."
Kemudian ia menyatakan skenario terburuk Putin adalah berakhir seperti Khadafi yang digulingkan dan kemudian dibunuh secara brutal oleh rakyatnya sendiri pada tahun 2011.
Bahkan, penyiksaan dan pembunuhan Khadafi serta keluarganya dipertontonkan dan direkam hingga mayatnya pun dipajang di depan umum sebagai peringatan.
Girkin juga memperingatkan Rusia akan berubah menjadi Libya di mana semua orang berperang melawan saudara sebangsanya sendiri yang menyebabkan kehancuran total negara.
Selain itu, diprediksi kenario kasus terbaik untuk Putin adalah berakhir seperti diktator Yugoslavia Slobodan Milosevic, yang meninggal pada tahun 2006 saat menghadapi pengadilan kejahatan perang internasional Den Haag.
YouTuber Ivan Yakovina (42) mengatakan bahwa Girkin diyakini bekerja untuk beberapa kekuatan gelap di Kremlin/FSB.
Menanggapi pernyataan Girkin, Yakovina menyebut pernyataan tersebut merupakan isyarat bahaya untuk Putin.
"Jika demikian, maka pasukan ini sangat tidak puas dengan Vladimir Putin," ujar Yakovina.
"Melalui mulut Girkin, mereka mengklaim bahwa takdir Khadafi menunggu presiden Rusia."
"Secara langsung, mereka sudah mengancam Putin, menuntut untuk menyatakan perang penuh melawan Ukraina."
Girkin, yang juga dikenal sebagai Igor Strelkov, menjadi buron pihak Barat atas penembakan pesawat MH17 di Ukraina timur pada tahun 2014.
Baca juga: Sempat Ancam dengan Nuklir, Putin Kini Mengaku Rusia Tak Punya Masalah dengan Finlandia dan Swedia
Baca juga: Prediksi Putin akan Dikudeta akibat Invasi Rusia ke Ukraina, Pakar: Hanya China yang Bisa Selamatkan
Putin Diprediksi Lengser Bulan Agustus
Kepala Intelijen Pertahanan Ukraina, Mayjen Kyrylo Budanov (36) mengklaim Rusia akan kalah perang di akhir tahun 2022 ini.
Budanov mengungkapkan saat ini proses pemberontakan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin sudah berjalan.
Ia meyakni Putin akan dilengserkan dari posisinya sebagai Presiden Rusia pada bulan Agustus mendatang.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, klaim ini disampaikan oleh Budanov pada Jumat (13/5/2022) malam.
Budanov menyebut aktivitas peperangan di Ukraina akan selesai pada akhir tahun.
Ia mengatakan konflik di Ukraina akan menyebabkan pergantian pemimpin di Rusia.
"Proses ini sudah berjalan," ujar Budanov.
Sementara itu, sebuah media asal Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki sebuah rekaman suara dari seorang oligarki kolega Presiden Rusia Vladimir Putin.
Di dalam rekaman suara tersebut, sang oligarki menjelaskan soal kondisi kesehatan Putin yang memburuk.
Disebutkan Putin tengah menderita kanker darah.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, rekaman suara ini diterima oleh majalah New Lines yang berbasis di Washington, AS.
Sementara itu grup jurnalis investigatif Bellingcat menginfokan bahwa badan intelijen Rusia alias FSB baru saja mengirimkan sebuah memo rahasia ke para pimpinan regional FSB.
Info ini disampaikan oleh Christo Grozev selaku kepala investigasi di Bellingcat.
Menurut keterangan Grozev, memo itu menginstruksikan para pimpinan FSB regional agar tidak memercayai rumor miring tentang kondisi kesehatan Putin.
Baca juga: Senjata Rusia Gunakan Chip Komputer Buatan AS, FBI Selidiki Perusahaan Teknologi di Negaranya
"Para direktur turut diinstruksikan untuk menyingkirkan segala rumor terkait yang dapat menyebar di tubuh FSB," ujar Grozev.
Grozev menyampaikan, di sebuah unit FSB, memo rahasia ini justru semakin meyakinkan para anggota intelijen bahwa Putin benar-benar menderita sakit keras.
Sebelumnya, rumor miring mencuat seusai Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menghadiri pertandingan hoki yang rutin diadakan tiap tahun di Kota Sochi.
Pada pertandingan hoki yang rutin diadakan tiap bulan Mei tersebut, Putin hanya mengirimkan sebuah video berisi pesan darinya.
Pertandingan hoki ini diketahui melibatkan pejabat-pejabat pemerintahan tingkat tinggi.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Putin biasanya pasti hadir dalam pertandingan hoki tersebut.
"Pasti ada yang salah sehingga dia (Putin) tidak hadir," ujar sebuah sumber di Moskow.
Dalam video yang dikirimkan oleh Putin, The Sun menyoroti fisik sang Presiden Rusia tersebut.
Menurut pengamatan The Sun, ada bercak hitam di pipi Putin.
Bercak hitam tersebut tampak ditutupi oleh makeup.
Pada Mei 2021 silam, Putin sempat menyampaikan bahwa bermain hoki membuatnya panjang umur.
Putin sendiri akan memasuki usia 70 tahun di bulan Oktober 2022 mendatang.(TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/preside2.jpg)