Terkini Nasional
Momen Kejutan Ultah Jokowi saat Rakernas II PDIP, Beri Tumpeng ke Megawati dan Diiringi Nyanyian KD
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat kejutan ulang tahun dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II 2022 PDIP.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahunnya yang ke-61, Selasa (21/6/2022).
Hari bahagia itu jatuh bertepatan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II 2022 PDIP yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Presiden ketujuh Indonesia itu pun mendapat kejutan ulang tahun dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan rekan-rekan partai lainnya.

Baca juga: Makin Banyak Ketum Parpol Gabung Kabinet, Pengamat Soroti Pentingnya Peran Jokowi di 2024
Baca juga: Hari Ini Berulang Tahun ke-61, Berikut Kisah Hidup Jokowi hingga Bisa Menjadi Presiden RI
Dilansir TribunWow.com dari tayangan langsung di kanal YouTube Tribunnews, Selasa (21/6/2022), acara tersebut dimulai tepat setelah Megawati memberikan pidato pembukaan.
Sang pembawa acara kemudian meminta Ketum PDIP untuk tetap berada di panggung.
"Ada sedikit kejutan karena kita menyiapkan tumpeng untuk yang berulang tahun hari ini," ucap pembawa acara disambut sorakan dan tepuk tangan hadirin.
"Kita nyanyikan (selamat) ulang tahun dan Pak Jokowi kami mohon bisa naik ke atas panggung."
Musik pun terlantun diiringi suara merdu nyanyian diva Krisdayanti yang juga merupakan kader partai.
Anggota DPR itu pun menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' yang dipopulerkan grup band Jamrud.
Jokowi pun naik ke panggung menghampiri Megawati bersama Ketua DPR Puan Maharani.
Ketiganya sempat terlihat berbicara dan tertawa menghadap tumpeng yang telah disiapkan.
Selesai lagu dinyanyikan, Jokowi kemudian memotong tumpeng dan diserahkan pada Megawati.
"Dari Presiden ketujuh pada Presiden kelima," komentar pembawa acara.
Selanjutnya, Megawati kemudian memotong tumpeng yang ganti diberikannya pada Jokowi.
Baca juga: Pencalonan Ganjar oleh NasDem Disinyalir akan Picu Konflik Terbuka Jokowi dengan PDIP, Mengapa?
Baca juga: Jokowi dan Putin Dilaporkan akan Bertemu pada 30 Juni di Rusia, Berikut Topik yang Mungkin Dibahas
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 25.00:
Kisah Hidup Jokowi hingga Menjadi Presiden
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) merayakan ulang tahunnya yang ke-61 pada hari ini, Selasa (21/6/2022).
Berangkat dari keluarga sederhana dari kota Solo, Jawa Tengah, Jokowi kini menjadi orang nomor satu yang bertanggung jawab membangun negara.
Lantas, bagaimanakan perjalanan hidup dan kiprah Jokowi sejak belum menjabat sebagai Presiden?
Dilansir TribunWow.com dari situs kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, Selasa (21/6/2022), Jokowi diketahui lahir di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Ia merupakan putra sulung dari pasangan Notomihardjo dan Sudjiatmi.
Mereka tingga di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di pinggiran sungai yang biasa disebut Kali Pepe.
Sejak kecil, Jokowi dan keluarganya hidup berpindah-pindah kontrakan karena kondisi ekonomi yang kekurangan, bahkan sampai menumpang di rumah saudara.
Sang ayah bekerja sehari-hari sebagai seorang penjual kayu dengan hasil yang tak seberapa.
Namun meski dengan latar belakang sederhana, Jokowi berhasil menamatkan pendidikan hingga ke jenjang universitas di Fakultas Kehutanan UGM.
Ia pun sempat merantau ke Aceh untuk bekerja di perusahaan BUMN yang berlokasi di tengah hutan.
Akhirnya, Jokowi dan istri memutuskan untuk kembali ke Solo dan bekerja di pabrik milik pamannya sebelum kemudian membuka usaha mebel sendiri.
Adapun Jokowi menikah dengan Iriana pada Desember 1986 dan dikaruniai dua putra dan seorang putri, yakni Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Kehidupan keluarga itu pun makin meningkat karena usaha yang didirikan Jokowi sukses merambah pasar mancanegara.
Ia pun akhirnya mendirikan Asosiasi Pengusaha Mebel Indonesia (Aspindo) yang dilatari kepedulian pada pengembangan UMKM di daerahnya.
Setelah dua tahun memimpin organisasi, mulai muncul suara-suara untuk mencalonkan Jokowi sebagai wali kota Solo.
Ia pun kemudian maju dalam Pemilukada bersama F.X Hadi Rudyatmo dan terpilih menjadi Walikota Solo periode 2005-2010.
Sebagai wali kota, Jokowi berhasil mendapatkan sejumlah prestasi seperti tata lokasi PKL, efisiensi birokrasi kota, dan peremajaan pasar-pasar tradisional.
Ia juga dikenal kerap turun langsung meninjau kondisi masyarakat yang dikenal dengan sebutan 'blusukan'.
Bahkan, kebiasaan ini masih dilakukannya meski Jokowi telah menjabat presiden.
Kepopulerannya meningkat hingga dia kembali menjabat Wali Kota Solo periode 2010-2017 dengan presentase perolehan suara 90,09 persen.
Pada Maret 2012, PDI-P dan Partai Gerindra mengusung Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilukada DKI Jakarta 2012.
Ia pun menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta selama kurang lebih dua tahun sebelum kemudian dicalonkan sebagai presiden.
Pada pencalonan pertama, Jokowi dipasangkan dengan Jusuf Kalla dan berhasi memenangkan pemilu 2014.
Ia pun kembali menjabat sebagai presiden selama dua periode setelah kembali memenangkan pemilu 2019 berpasangan dengan K.H. Ma'ruf Amin hingga saat ini. (TribunWow.com/ Via)