Konflik Rusia Vs Ukraina
NATO Janji Tetap Dukung Ukraina meski Perang Lawan Rusia Terjadi Bertahun-tahun: Tak Boleh Putus Asa
Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyebut pihaknya bersiap untuk terus mendukung Ukraina dan menghadapi segala kemungkinan.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Konflik Rusia vs Ukraina diprediksi bisa berlangsung hingga bertahun-tahun mendatang.
Mengantisipasi hal ini, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyebut pihaknya bersiap untuk terus mendukung Ukraina dan menghadapi segala kemungkinan.
NATO juga menegaskan tak akan menyerah atau putus asa untuk mendukung Ukraina.
“Kita harus bersiap untuk kenyataan bahwa itu bisa memakan waktu bertahun-tahun.”
“Kita tidak boleh putus asa dalam mendukung Ukraina,” katanya, dikutip Tribunnews dari The Guardian.
Menurut, Jens Stoltenberg, dukungan NATO untuk Ukraina akan tetap ada, tidak hanya untuk dukungan militer.
Baca juga: Buntut Konflik Rusia-Ukraina, Pasukan Militer Inggris Bersiap Hadapi Perang Dunia III
NATO, disebutnya akan mendukung walaupun nantinya dihadapkan pada biaya tinggi.
Dan walaupun, di tengah meningkatnya biaya-biaya energi dan pangan.
Seperti diketahui saat ini Rusia mengirim sejumlah besar pasukan cadangan ke Sievierodonetsk dari zona pertempuran lain untuk mencoba menguasai penuh kota timur yang terkepung.
Hal tersebut dikatakan oleh Gubernur wilayah Luhansk Ukraina, Serhiy Gaidai, Minggu (19/6/2022).
"Hari ini, besok, atau lusa, mereka akan membuang semua cadangan (mengirim tentara cadangan) yang mereka miliki, mereka dalam masa kritis," katanya.
Sebelumnya pada Sabtu (18/6/2022), sebuah ledakan besar mengguncang daerah dekat Sievierodonetsk.
Rodion Miroshnik, seorang pejabat di pemerintahan separatis Republik Rakyat Luhansk, memposting video yang dia katakan sebagai cloud di aplikasi perpesanan Telegram.
Baca juga: Negara-negara Barat Keroyok Rusia Pakai Sanksi Ekonomi, Putin Sebut AS dkk Salah Pilih Musuh
Wali Kota Kyiv Sebut Orang Rusia Mati demi Ambisi Putin
Dikutip dari BBC, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan kepada bahwa publik Rusia pada akhirnya akan menyadari bahwa tentara muda mereka mati karena ambisi Presiden Rusia Vladimir Putin.