Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ajudan Zelensky Sebut Negara-negara Barat Tidak Ingin Rusia Kalah Total Melawan Ukraina

Menyoroti perilaku negara-negara barat, ajudan Zelensky meyakini AS Dkk tidak ingin Rusia mengalami kekalahan total.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
Instagram @zelenskiy_official
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kaus hijau) berjalan bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron diikuti (dari kiri ke kanan) Presiden Rumania Klaus Iohannis, Kanselir Rumania Olaf Scholz, dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Ajudan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Alexey Arestovich menjelaskan bahwa negara-negara barat saat ini tidak ingin Rusia mengalami kekalahan total.

Arestovich menjelaskan negara barat saat ini tidak mempersenjatai Ukraina dengan senjata-senjata berat seperti tank dan pesawat.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Minggu (19/6/2022), menurut Arestovich, sikap ini jelas menunjukkan bahwa negara barat berharap terjadi negosiasi antara Rusia dan Ukraina.

Momen canggung antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat ditemui Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Kamis (16/6/2022).
Momen canggung antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat ditemui Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kyiv, Kamis (16/6/2022). (AFP)

Baca juga: Negara-negara Barat Keroyok Rusia Pakai Sanksi Ekonomi, Putin Sebut AS dkk Salah Pilih Musuh

Baca juga: Penasihat Zelensky Kena Sindir Petinggi Militer Ukraina Gara-gara Pernyataan Ini

"Mereka tidak ingin Rusia mengalami kekalahan total," kata Arestovich, Jumat (17/6/2022).

"Mereka ingin memaksa Rusia untuk bernegosiasi demi mencapai perdamaian," ujarnya.

Namun Arestovich memperingatkan bahwa rencana negosiasi yang diharapkan oleh negara tersebut dipastikan akan gagal.

Ia mengatakan, solusi akhir adalah Ukraina merebut kembali wilayah yang dikuasai Rusia menggunakan kekuatan militer.

Arestovich mengatakan, pada suatu hari Rusia akan menarik pasukan militernya seperti yang dulu dilakukan di Kiev, Sumy, dan Chernigov.

Menurut Arestovich, pada saat itu Rusia menyadari aksi yang mereka lakukan adalah hal yang sia-sia.

Sementara itu menurut penjelasan RT.com, aksi menarik pasukan militer yang dilakukan Rusia pada saat itu merupakan bentuk sikap kooperatif karena akan diadakannya perundingan damai di Istanbul, Turki yang kini berhenti di tengah jalan.

Sebelumnya, Jerman diketahui telah bersikap ragu-ragu dalam mengirimkan senjata berat berupa tank ke Ukraina untuk menghadapi serangan pasukan militer Rusia.

Seorang pejabat pemerintahan Jerman mengakui Jerman khawatir jika Ukraina menang melawan Rusia, Ukraina justru akan bersikap kelewat batas karena terlalu percaya diri.

Dikhawatirkan Ukraina akan melakukan serangan masuk ke teritorial Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, informasi ini disampaikan oleh pejabat pemerintahan yang namanya dirahasiakan ke media massa asal Jerman Der Spiegel.

Apabila hal tersebut terjadi maka akan kembali terulang sejarah serangan tank milik Jerman ke Rusia seperti zaman invasi Nazi ke Uni Soviet pada tahun 1941 silam.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Volodymyr ZelenskyUkrainaKonflik Rusia Vs UkrainaRusiaVladimir Putin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved