Konflik Rusia Vs Ukraina
Presiden Prancis, Jerman dan PM Italia Tiba di Ukraina, akan Bertemu Zelensky Bahas Hal Ini
Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi telah tiba di Ukraina
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Namun beberapa kali pemimpin negara-negara barat sempat berkomunikasi via telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dua di antaranya adalah Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dikutip TribunWow.com dari Theguardian.com, aksi Scholz dan Macron menelepon Putin diketahui menuai kritikan keras dan sindiran dari Presiden Polandia Andrzej Duda.
Duda membandingkan kondisi konflik Rusia-Ukraina saat ini dengan zaman perang dunia ke-2 dulu.
"Apakah ada yang berbicara seperti ini dengan Adolf Hitler selama Perang Dunia Kedua?"
"Apakah ada yang mengatakan bahwa Adolf Hitler harus menyelamatkan muka?"
"Bahwa kita harus melangkah sedemikian rupa agar tidak memalukan untuk Adolf Hitler?" ujar Duda.
Baca juga: Viral Para Wanita Protes ke Putin, Suami Tak Pulang sejak Dikirim ke Ukraina: Kami Semua Tertipu
Pada komunikasi telepon bersama pada 28 Mei, Scholz dan Macron sempat mendesak Rusia agar melepaskan prajurit Ukraina yang ditahan di pabrik baja Azovstal, Mariupol.
Sebelumnya, demi tercapainya perdamaian, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan agar Ukraina dan seluruh negara di dunia tidak mempermalukan Rusia.
Macron mengatakan, apabila Rusia tidak dipermalukan maka ada kemungkinan perang di Ukraina bisa diselesaikan melalui jalur diplomatik.
Menjawab saran dari Macron, pemerintah Ukraina membalas dengan sindiran.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, diketahui Macron menyampaikan saran tersebut bertepatan dengan 100 hari berlangsungnya konflik antara Rusia dan Ukraina yang terjadi sejak Februari 2022 lalu.
"Kita harus jangan mempermalukan Rusia sehingga ketika tiba hari di mana perang berakhir kita bisa membangun jalan keluar lewat jalur diplomatik," ujar Macron.
Macron meyakini Prancis berperan untuk menjadi penengah dalam antara konflik Rusia dan Ukraina.
Saran dari Macron ini telah dijawab oleh Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pm-italia-mario-draghi-presiden-prancis-emmanuel-macron-dan-kanselir-jerman-olaf-scholz.jpg)