Konflik Rusia Vs Ukraina
Gara-gara Merokok, Tentara Ukraina Selamat dari Serangan Pasukan Militer Rusia
Seorang tentara Ukraina mengaku selamat dari maut gara-gara dirinya ingin merokok.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
Rusia biasa menduduki kamp kecil ini sampai mereka berhasil didorong mundur oleh pasukan Ukraina.
Sekarang lokasi itu menjadi pangkalan artileri howitzer Ukraina, ditutupi dengan jaring yang disamarkan dan dedaunan menunjuk ke musuh yang tersembunyi.
"(Situasi saat) ini bisa tenang, tapi menit berikutnya anda berada di bawah pengeboman," kata Andrii, seorang Komandan Lapangan.
Seolah diberi isyarat, deru roket Grad tiba-tiba terdengar menyela wawancara tersebut.
"Mereka (Rusia) tidak menyia-nyiakan amunisi mereka. Drone mereka terbang, bahkan jika mereka melihat hanya ada satu atau dua orang, mereka akan mengirimkan rentetan roket," imbuhnya.
Tapi segera jelas mengapa Ukraina terus memohon senjata dari Barat.
Secara harfiah tidak ada cukup senjata untuk digunakan.
"Semua orang siap untuk bertempur, tetapi sejujurnya kami kekurangan senjata," kata tentara lainnya.
"Kami memiliki banyak orang, masih ada orang yang pergi ke pusat perekrutan, mereka ingin bertarung, tetapi karena kami kekurangan senjata, tidak mungkin semua orang memiliki senjata di tangan mereka."
Garis depan hampir tidak bergerak dalam beberapa minggu dan kedua belah pihak tampak baik-baik saja.
Ini mencerminkan kondisi garis depan yang memasuki jalan buntu di beberapa tempat.
Di dekatnya, bendera Ukraina biru dan kuning berkibar di persimpangan jalan, sengaja ditempatkan agar terlihat oleh posisi Rusia.
Suara serangan artileri bergemuruh di sekitar lokasi itu, sementara asap membubung di balik pepohonan di cakrawala.
Rupanya, serangan itu menyasar sebuah jembatan yang digunakan untuk melintas.
Militer Ukraina kemudian menyuruh semua orang berlari karena pihak Rusia telah merespons.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2-dari-serangan-pasukan-militer-rusia-gara-gara-merokok.jpg)