Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pentagon Ungkap Tujuan AS Bantu Ukraina Perangi Rusia: Bukan Pergantian Rezim

Pemerintah AS memastikan pihaknya tidak menghendaki terjadinya pergantian rezim pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon di Virginia. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memastikan akan terus membantu Ukraina menghadapi serangan pasukan militer Rusia.

Namun Kementerian Pertahanan AS menegaskan bahwa tujuan keterlibatannya di Ukraina bukanlah demi terjadinya pergantian rezim pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan, Colin Kahl pada Selasa (14/6/2022).

Bantuan senjata anti tank javelin tipe  FGM-148 yang dikirimkan AS untuk tentara Ukraina.
Bantuan senjata anti tank javelin tipe FGM-148 yang dikirimkan AS untuk tentara Ukraina. (AFP / Sergei SUPINSKY)

Baca juga: Rusia Laporkan Polandia Kehabisan Pasokan Senjata akibat Terlalu Banyak Dikirim ke Ukraina

Baca juga: Dulu Bongkar Kasus Militer Ukraina Bakar Biara, Wali Kota Sviatogorsk Kini Membelot ke Rusia

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Colin menyebut sampai saat ini pemerintah Rusia masih belum berhasil mencapai tujuan operasi militer spesial mereka di Ukraina.

Menurut keterangan Colin, kegagalan Rusia mencapai tujuan mereka dikarenakan adanya bantuan senjata dari AS untuk Ukraina.

Colin mengungkit bagaimana Presiden AS Joe Biden telah mengirimkan bantuan militer ke Ukraina senilai 5,3 miliar USD atau setara Rp 78 triliun.

Menurut keterangan Colin ada beberapa hal yang ingin dicapai oleh AS dalam membantu Ukraina yakni sebagai berikut:

- Memastikan Ukraina dapat mempertahankan negaranya sendiri

- Memberikan Ukraina kapabilitas untuk memperkuat posisi mereka dalam meja negosiasi

- Memastikan Rusia tidak mendapat keuntungan dalam konflik ini

"Tujuan kami bukan lah pergantian rezim di Rusia," ujar Colin.

Colin menuding Putin memiliki ambisi untuk mengembalikan teritorial yang dulu pernah menjadi milik Kekaisaran Rusia.

Namun Colin menyebut ambisi Rusia tersebut tidak akan bisa terealisasi terutama karena pertahanan Ukraina yang kokoh.

Terkait akhir konfil Ukraina-Rusia, Colin menyatakan AS tidak akan meminta kedua belah pihak untuk segera bernegosiasi.

Potensi Rusia Perangi AS Semakin Tinggi

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved