Anak Ridwan Kamil Hilang
Masa Kecil Eril Putra Ridwan Kamil Diungkap Guru SD, Disebut Sempat Minta Restu saat akan Kuliah
Wawat Widiarty, guru SD Darul Hikam yang pernah mengajar Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, mengungkap sosok putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Wawat Widiarty, guru SD Darul Hikam yang pernah mengajar Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, mengungkap sosok mendiang.
Ia mengatakan bahwa sedari kecil, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu adalah anak yang terkenal akan kebaikan hatinya.
Bahkan, Eril sempat meminta doa pada sang guru ketika hendak melanjutkan jenjang pendidikannya.

Baca juga: Ungkap Curhatan Ridwan Kamil, Ganjar Beberkan Hal yang Baru Diketahui setelah Eril Tiada
Baca juga: Unggah Potret Terakhir Eril, Ridwan Kamil: Ini Foto Terganteng, Saya Jepret Pribadi
Dilansir TribunWow.com, penuturan ini disampaikan Wawat melalui tayangan di kanal YouTube Liputan6, Senin (13/6/2022).
Wawat yang memiliki kedekatan dengan sang anak didik, menyebut Eril di masa kecil adalah bocah yang baik.
Ia terkenal mandiri dan senang berbagi dengan teman maupun para guru.
"Sosok Eril yang saya kenal itu adalah anak yang sangat baik, mandiri," kata Wawat.
"Saya tahu sejak kecilnya, dia saleh dan sampai besar tetap bersahaja dan senang berbagi."
Kemandirian Eril juga terlihat dari sikapnya sehari-hari, yang bahkan sudah berani berangkat sekolah sendiri.
"Saya kenalnya sejak kelas dua SD, dia anaknya mandiri, tidak tergantung kepada orangtuanya," ujar Wawat.
"Kemudian setelah tidak diantar orangtuanya, Ananda Eril itu ke sekolah sudah berani naik sepeda sendiri."
Baca juga: Turun Tangan Kuburkan Eril, Ridwan Kamil dan Atalia Tampak Tegar Saksikan Prosesi Pemakaman
Pertama kali mengenai Eril, Wawat saat itu hanya mengetahui bahwa muridnya adalah anak dari arsitek Ridwan Kamil.
Namun ia kemudian menjadi anak wali kota Bandung, dan berkembang menjadi putra seorang gubernur.
Akan tetapi, hal ini sama sekali tak mengubah kepribadian Eril.
Ia tak melupakan jasa para gurunya, dan bahkan sempat datang ke sekolah untuk meminta restu.