Konflik Rusia Vs Ukraina
Tolak Kirim Ukraina Iron Dome agar Tetap Harmonis dengan Rusia, Israel Diminta Keluar Zona Nyaman
Dubes Ukraina untuk Israel mendesak Israel yang menolak mengirimkan senjata dan sistem pertahanan kepada Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Tolong beri tahu saya bagaimana Anda bisa membunuh dengan benda ini? Ini tidak mungkin. Jadi saya tidak tahu apa yang ditakuti orang-orang ini," ujar Korniychuk pada Senin (7/3/2022) waktu setempat.
Kendati demikian, Korniychuk tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terkait upaya Israel menjadi mediator.
Baca juga: Ukraina Dibanjiri Bantuan Senjata, Polisi Swedia Khawatir Gangster Ikut Diuntungkan
Putin Minta Maaf pada PM Israel
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin sempat meminta maaf pada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Kamis (5/5/2022).
Pernyataan tersebut dibuat setelah Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengucapkan hal kontroversial.
Ia menyamakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan pimpinan Nazi Adolf Hitler yang disebut memiliki darah Yahudi.
Dilansir TribunWow.com dari BBC, Jumat (6/5/2022), dalam sebuah wawancara dengan Rete 4 dari penyiar Mediaset Italia, Lavrov berbicara tentang sikap fundamental Rusia pada peristiwa di Ukraina.
Selama wawancara, Lavrov juga mengomentari pernyataan Zelensky bahwa de-nazifikasi tidak mungkin dilakukan di negaranya karena dia adalah orang Yahudi.
"Saya bisa saja salah, tetapi Hitler juga memiliki darah Yahudi. (Bahwa Zelensky adalah Yahudi) tidak berarti mutlak (bebas dari Nazi). Orang-orang Yahudi yang bijaksana mengatakan bahwa anti-Semit yang paling bersemangat biasanya adalah orang-orang Yahudi sendiri," tutur Lavrov, Minggu (1/5/2022).
Pernyataan ini diungkapkannya beberapa hari setelah Israel memperingati Hari Peringatan Holocaust yang merupakan acara paling khidmat dalam kalender Israel.
Akibatnya, pada hari Kamis, Bennett dan Putin melalui sambungan telepon membahas pernyataan tersebut.
Dilansir dari media Rusia TASS, percakapan itu dibagikan oleh kantor pers PM Israel.
"Perdana menteri telah menerima permintaan maaf Putin atas kata-kata Lavrov dan berterima kasih kepada presiden karena menjelaskan sikapnya terhadap orang-orang Yahudi dan peringatan korban Holocaust," bunyi pernyataan itu.
Kantor pers Bennett juga melaporkan bahwa perdana menteri tersebut berterima kasih kepada Putin atas sambutannya yang diberikan pada peringatan 74 tahun Hari Kemerdekaan di Israel.
Kantor pers Kremlin mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari sebelumnya bahwa Putin memberi selamat kepada Bennett atas Hari Kemerdekaan Israel, yang dirayakan pada 5 Mei.