Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Otoritas Ukraina Minta Warga Sipil Ramai-ramai Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang Rusia Pakai Cara Ini

Otoritas Ukraina mengajak warganya untuk ikut serta berpartisipasi mengumpulkan bukti-bukti kejahatan perang tentara Rusia di Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
The New York Times
Video tentara Rusia diduga melakukan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina. Ilustrasi contoh kejahatan perang di Ukraina. 

Ia divonis bersalah setelah pengadilan menunjukkan bukti-bukti tak terelakkan dan mendengar pengakuan pelaku.

Pada hari Senin (23/5/2022), Shyshimarin dijatuhi hukuman seumur hidup karena terbukti membunuh seorang warga sipil Ukraina.

Korban bernama Alexander Shelipov (62) tewas ditembah saat berada di kawasan rumahnya, daerah timur laut Wilayah Sumy, Ukraina.

Mengenai putusan kliennya, pengacara Shyshimarin mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan.

Di sisi lain, Venediktova mengakui ada kemungkinan Shyshimarin ditukar dengan pihak Ukraina yang ditawan Rusia.

Namun pertukaran tawanan perang adalah masalah politisi dan diplomat, jadi dia hanya bisa membicarakan kasus ini dari perspektif peradilan pidana.

"Skenario kami bisa sangat berbeda. Anda dapat menukar seseorang setelah keputusan pengadilan. Ya, secara teknis memungkinkan,” klaim Venediktova dikutip TribunWow.com dari RT, Rabu (25/5/2022).

Venediktova menambahkan bahwa pihak berwenang Ukraina bertindak sesuai dengan semua persyaratan hukum humaniter.

Selain itu, karena seluruh dunia menyaksikan tuntutan hukum semacam itu, Ukraina dinilai harus menetapkan standar tinggi.

Istri korban, Ekaterina Shelipova, mengatakan di pengadilan bahwa dia ingin melihat Shyshimarin mendapatkan hukuman seumur hidup.

"Tetapi jika dia digantikan oleh para pembela Azovstal kami, saya tidak akan keberatan," tambahnya, mengacu pada pasukan Ukraina yang menyerah pekan lalu setelah blokade selama berminggu-minggu di pabrik baja Azovstal, Mariupol.

Pada hari Senin, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow prihatin dengan persidangan tentara tersebut.

Terutama mengingat Rusia saat ini tidak memiliki kemampuan untuk melindungi kepentingannya di Ukraina.

"Tetapi ini tidak berarti bahwa kami tidak akan mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan upaya (untuk membantu prajurit) melalui cara lain," tutur Peskov.

Sebelumnya, Peskov menjelaskan bahwa pertukaran tahanan dilakukan terus-menerus dalam satu atau lain bentuk.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved