Konflik Rusia Vs Ukraina
100 Tewas per Hari, Korban Tentara Ukraina Lebih Besar Dibanding AS saat Perang Vietnam
Jumlah korban tewas tentara Ukraina dalam perang melawan Rusia lebih besar ketimbang korban gugur tentara Amerika Serikat (AS) saat melawan Vietnam.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Yelena juga mengatakan, pemerintahan Ukraina telah membebaskan kelompok neo Nazi beraktivitas di teritorial mereka.
Ia menjelaskan, ketika telah dikumpulkan bukti oleh aparat penegak hukum, maka mereka yang bersalah akan dihukum.
Sementara itu, dua tentara Rusia ditetapkan sebagai pelaku kejahatan perang seusai ditangkap oleh pasukan militer Ukraina.
Alexander Ivanov (21) dan Alexander Bobykin (26) ditempatkan dalam sebuah ruangan kaca saat dihadirkan dalam pengadilan di Ukraina.
Saat dipertontonkan ke publik, kedua tentara Rusia itu mengatakan di depan media bahwa mereka menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin atas konflik yang terjadi di Ukraina.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, keduanya juga menyebut perang di Ukraina adalah sebuah kegagalan.
Ivanov dan Bobykin ditetapkan sebagai pelaku kejahatan perang karena menembak 38 misil ke pemukiman warga sipil dan sekolah di awal-awal konflik terjadi.
Keduanya menerima vonis hukuman penjara 12 tahun.
Saat diwawancarai oleh media asal Inggris The Sun, Bobykin berharap konflik di Ukraina segera berakhir.
Bobykin bahkan mengaku sempat berniat untuk membelot ke pasukan militer Ukraina.
"Putin sebaiknya menghentikan perang sekarang. Ini adalah sebuah kesalahan. Perang ini adalah sebuah kegagalan," kata Bobykin.
Bobykin turut menyesali telah terlibat dalam konflik di Ukraina. (TribunWow.com/Anung/Via)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2ng-menjadi-sukarelawan-tentara-di-ukraina.jpg)