Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Hari Pertama Kerja Berujung Maut, Ini Detik-detik Jurnalis Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

Nasib tragis dialami oleh jurnalis Palestina, Ghufran Warasneh, lantaran tewas ditembak tentara Israel di hari pertamanya bekerja.

AFP/AHMAD GHARABLI
Kekerasan meletus antara pasukan keamanan Israel dan pelayat Palestina yang membawa peti mati jurnalis Al-Jazeera yang terbunuh Shireen Abu Akleh keluar dari rumah sakit, sebelum diangkut ke sebuah gereja dan kemudian tempat peristirahatannya, di Yerusalem, pada 13 Mei 2022. Terbaru, seorang jurnalis Palestina, Ghufran Warasneh tewas ditembak Israel, Rabu (1/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Nasib tragis dialami oleh jurnalis Palestina, Ghufran Warasneh, lantaran tewas ditembak tentara Israel di hari pertamanya bekerja.

Ini adalah kali kedua jurnalis Palestina meregang nyawa di tangan pasukan Israel dalam waktu kurang dari sebulan.

Sebelum Ghufran Warasneh, tentara Israel lebih dulu menembak jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh di kamp pengungsi Jenin pada 11 Mei 2022 lalu.

Baca juga: Sebut Jurnalis Aljazeera Tewas Ditembak Pejuang Palestina, Israel Revisi Pernyataannya

Detik-detik Penembakan Ghufran Warasneh

Kementerian kesehatan Palestina mengatakan pasukan Israel membunuh seorang wanita Palestina di kamp pengungsi Al-Arroub di utara Hebron pada hari Rabu (1/6/2022).

Dikutip dari The New Arab, Ghufran Warasneh, seorang jurnalis berusia 31 tahun dari kamp pengungsi Al-Arroub, ditembak di pintu masuk kamp pada Rabu pagi.

Dia dibawa ke rumah sakit Ahli di Hebron, di mana dia dinyatakan meninggal satu jam kemudian.

"Warasneh menerima peluru di dada, sangat dekat dengan jantungnya," kata juru bicara rumah sakit Ahli.

"Dia tiba di rumah sakit dalam keadaan hampir meninggal," kata juru bicara itu.

"Dia kehilangan terlalu banyak darah dan jantungnya berhenti."

"Ghufran pergi bekerja sekitar pukul 7:40 pagi melalui pintu masuk kamp pengungsi, di mana pasukan Israel biasanya ditempatkan ," kata Abdel Rahman Warasneh, sepupunya kepada The New Arab.

"Beberapa menit kemudian, kami mendengar berita bahwa seseorang tertembak dan saya bergegas dengan orang lain ke pintu masuk kamp, ​​untuk menemukan bahwa itu adalah Ghufran," tambahnya.

"Ketika orang tuanya mengetahui berita itu, mereka sangat terpukul. Dia adalah anak tertua dan pendukung utama mereka," kata Warasneh.

"Dia lajang dan tinggal bersama mereka dan membantu merawat adik-adiknya."

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved