Konflik Rusia Vs Ukraina
Sadap Percakapan Tentara Rusia, Zelensky Sebut Musuh Sadar Perang di Ukraina Sia-sia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membahas tentang percakapan tentara Rusia yang berhasil disadap.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku berhasil menyadap percakapan tentara Rusia yang berada di Donbas.
Hasil sadapan percakapan tentara Rusia tersebut dibuka oleh Zelensky ke publik.
Diketahui dalam percakapan itu, tentara Rusia menyadari perang yang mereka lakukan di Ukraina sia-sia.
Baca juga: 5 Hal Ini Dikhawatirkan Picu Perang Dunia 3, Ulah Hacker Rusia hingga Bantuan Senjata ke Ukraina
Baca juga: Sebelum Bunuh 19 Murid SD, Pria di AS Terus Menerus Kirim Pesan Aneh ke Wanita Asing di Sosmed
Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, Zelensky menjelaskan saat ini pasukan militer Rusia memusatkan kekuatannya di Donbas.
"Dalam sadapan percakapan mereka, kita mendengar mereka menyadari bahwa perang ini tidak masuk akal untuk Rusia," kata Zelensky.
"Secara strategi pasukan mereka tidak memiliki kesempatan menang."
Namun Zelensky mengatakan, pasukan militer Ukraina butuh upaya ekstra dan waktu untuk menghadapi senjata dan peralatan militer Rusia yang superior.
Di sisi lain, seorang warga di wilayah Donbas menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas perang di sekitarnya.
Pria tersebut menilai Zelensky kurang sigap menangani perang yang kini terkonsentrasi di Donbas.
Warga sipil tersebut mengisyaratkan tak peduli siapa pun yang menguasai daerahnya asal tetap selamat.
Dilansir TribunWow.com dari BBC, Rabu (25/6/2022) pada beberapa minggu terakhir, Rusia telah mengintensifkan serangan mereka di garis depan Donbas.
Pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin pun semakin dekat untuk menyelesaikan pengepungan Severodonetsk, sebuah kota berpenduduk 80.000 orang sebelum invasi.
Orang-orang Ukraina berjuang dengan tekad yang keras sementara ala bantuan terus dikirim ke dalam pertempuran.
Sebuah sumber militer di Brigade ke-57 memberi informasi bahwa salah satu unit mereka dengan total 240 orang hanya tinggal sekitar 140 orang di mana sisanya terbunuh, terluka, dan ditangkap.
Menurut Zelensky dalam videonya, Rusia bisa membunuh hingga 100 tentara Ukraina sehari di Donbas.