Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

200 Mayat Ditemukan di Bunker Gedung di Mariupol, Berikut Kondisi Terkini Perang Rusia dan Ukraina

Pihak berwenang Ukraina mengatakan para pekerja menemukan tak kurang dari 200 mayat di ruang bawah tanah sebuah gedung apartemen di Mariupol.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube Guardian News
Kota Mariupol di Ukraina dikepung dan terus dihujani serangan oleh pasukan militer Rusia. Terbaru, 200 mayat ditemukan di ruang bawah tanah gedung apartemen di Mariupol, Senin (24/5/2022). 

Pasukan Rusia melakukan serangan habis-habisan pada hari Selasa untuk mengepung pasukan Ukraina di kota kembar yang melintasi sungai di Ukraina timur.

Pertempuran ini disinyalir dapat menentukan keberhasilan atau kegagalan invasi utama Moskow di timur.

Separatis yang didukung Moskow telah memerangi pasukan Ukraina di Donbas selama delapan tahun dan menguasai sebagian besar wilayah.

Bagian paling timur dari kantong Donbas yang dikuasai Ukraina, kota Severodonetsk di tepi timur sungai Seversky Donets dan kembarannya Lysychansk di tepi barat, telah menjadi medan perang penting di sana.

Dilaporkan bahwa pasukan Rusia maju dari tiga arah untuk mengepung mereka.

"Musuh telah memfokuskan upayanya untuk melakukan serangan untuk mengepung Lysychansk dan Severodonetsk," kata Serhiy Gaidai, gubernur provinsi Luhansk di sebuah saluran TV.

"Intensitas api di Severodonetsk telah meningkat beberapa kali lipat; mereka hanya menghancurkan kota."

Ia menambahkan ada sekitar 15.000 orang yang tinggal di sana.

Media Ukraina melaporkan bahwa pasukan Moskow juga mengambil alih kota Svitlodarsk dan mengibarkan bendera Rusia di sana.

Svitlodarsk berjarak sekitar 50km (31 mil) tenggara kota Kramatorsk yang strategis dan penting.

Dua pejabat tinggi Rusia tampaknya mengakui bahwa kemajuan Moskow lebih lambat dari yang diharapkan, meskipun mereka bersumpah bahwa serangan itu akan mencapai tujuannya.

Nikolai Patrushev, sekretaris Dewan Keamanan Rusia, mengatakan pemerintah Rusia tidak mengejar tenggat waktu.

Dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pada pertemuan aliansi keamanan yang dipimpin Rusia dari negara-negara bekas Soviet bahwa Moskow sengaja memperlambat serangannya.

Hal ini dilakukan untuk memungkinkan penduduk kota-kota yang terkepung untuk mengungsi, meskipun pasukan mereka telah berulang kali mengenai sasaran sipil.

Baca juga: Setelah Rebut Mariupol, Pasukan Rusia Disebut Bakal Perkuat Operasi Militer di Donbas

Baca juga: Sempat Ngotot Bertahan, Komandan Azov Ukraina Perintahkan Pasukan di Mariupol Menyerah ke Rusia

Putin Disebut Lebih Jahat dari Hitler

Halaman
123
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved