Terkini Nasional
Sosok Ova Milia, Rektor Terpilih UGM, Targetkan 0 Mahasiswa Putus Kuliah Gara-gara UKT yang Tinggi
Inilah profil Prof. dr. Ova Emilia , M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D rektor baru Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2022-2027.
Editor: Lailatun Niqmah
Sedangkan titel doktornya dia ambil di Clinical Teaching di University of New South Wales, Australia, pada tahun 2000.
Selain menjadi Dekan, ia diketahui juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sejak tahun 2018.
Penghargaan yang pernah ia terima di antaranya First prize for young gynecologist award tahun 1998 dan SIDA Award tahun 2006.
Prof Ova juga memiliki berbagai pengalaman menulis buku dan jurnal internasional, serta pengalaman membangun inovasi, advokasi, dan kebijakan.
Pada tahun 2012 - 2020, misalnya, ia membentuk kurikulum bagi dokter untuk pelayanan KB yang menjadi model pelatihan yang diangkat secara nasional dan diterapkan di Fakultas Kedokteran di Indonesia.
Targetkan 0 Mahasiswa Putus Kuliah karea UKT dan 0 Kekerasan Seksual
Selama masa pemilihan, Ova Emilia banyak menjabarkan pandangan visionernya demi kemajuan UGM.
Sehingga, dari tujuh bakal calon rektor, yang kemudian menyusut jadi enam orang, Ova Emilia tetap bisa melenggang hingga tiga besar.
Baru, pada Jumat (20/5/2022), ia resmi ditetapkan sebagai Rektor UGM 2022-2027.
“Jujur, saya tidak pernah kebayang (akan jadi rektor). Saya hanya dosen biasa,” ujar Ova ketika ditemui wartawan setelah pemilihan.
Dalam paparannya di depan MWA, Ova Emilia banyak menyinggung tentang upaya UGM di era kiwari.
Maka, ia pun memilih judul ‘UGM di Era Perubahan Besar: Menguatkan Jati Diri, Bertransformasi Membangun Negeri’ untuk paparannya.
Target di lima tahun mendatang pun dia jabarkan secara rinci, mulai dari nol mahasiswa putus kuliah karena Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tinggi, nol angka kekerasan seksual di kampus, serta menghasilkan kurang lebih 1.500 policy brief bagi daerah maupun negara.
Dia juga berkomitmen, tidak ada inovasi yang tidak terhilirkan ke masyarakat.
Dengan begitu, UGM tak menjadi kampus menara gading yang enggan berkelindan dengan problematika bangsa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prof-ova-emilia-rektor-ugm-2022-2027.jpg)