SEA Games 2021
Jadi Provokator, Bek Thailand Minta Maaf dan Memohon 2 Hal Ini kepada Suporter Timnas U-23 Indonesia
Jonathan Khemdee dicap sebagai provokator pada laga semifinal SEA Games 2021 di Vietnam yang mempertemukan Timnas U-23 Indonesia vs Thailand
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Aksi provokasi yang dilakukan Jonathan juga memantik perselisihan lainnya yang terjadi antara Ricky Kambuaya dan pemain bernomor punggung 12 Thailand.

Keduanya langsung berduel seperti hendak adu jotos jikalau tak dilerai oleh gelandang Persib Bandung, Marc Klok.
Alhasil, imbas besar insiden itu membuat wasit Yahya Alli Almulla mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto.
Sedangkan Timnas U-23 Thailand mendapatkan kartu merah satu yang diberikan kepada pemain keturunannya bernomor punggung 11.
Indonesia pun harus puas bermain dengan 7 pemain di sisa laga.
Beruntung waktu hanya menyisakan beberapa menit saja.
Sebelum insiden itu terjadi, Jonathan juga kerap melakukan provokasi dan memancing para pemain Timnas U-23 Indonesia terpancing emosinya.
Imbas aksi provokasi yang dilakukan oleh Jonathan, akun Instagramnya langsung diserang oleh netizen Indonesia.
Postingan yang sebenarnya bisa dilihat dari unggahan di Instagram pribadinya @Jonathankhemdee17, kini seketika lenyap tak tersisa.
Bahkan akunnya menghilang dan Jonathan harus membuat akun baru bernama @jonathan.khemdee_.
Ia juga terlihat memposting beberapa unggahan terbaru dan memohon dua hal kepada suporter Timnas U-23 Indonesia.
Ia menyesal dan meminta maaf atas tindakan tak terpujinya tersebut.
Sealin itu, Ia memohon kepada pendukung Timnas U-23 Indonesia dan meminta jangan melaporkan akun Instagramnya lagi.
"I'm sorry Indonesian, and please don't report my last account again (mohon maaf Indonesia, dan tolong jangan laporkan akun saya yang terakhir ini lagi red-)," tulis Jonathan Khemdee pada Kamis (19/5/2022).
"First of all I apologize to all football fans especially Indonesia for my actions that i shouldn't have done on the field eralier, yes, i'm sorry for what i did.Please understand that humans are not free from mistakes (Pertama-tama saya minta maaf kepada semua penggemar sepak bola khususnya Indonesia atas tindakan saya yang seharusnya tidak saya lakukan di lapangan sebelumnya, ya, saya minta maaf atas apa yang saya lakukan. Harap dipahami bahwa manusia tidak bebas dari kesalahan red-)" lanjutnya.