Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelensky Sebut Kegagalan Jadi Alasan Utama Rusia Serang Ukraina Pakai Misil
Presiden Ukraina menjawab alasan Rusia membombardir Ukraina menggunakan serangan misil jarak jauh.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Selama konflik di Ukraina berlangsung, pasukan militer Rusia diketahui kerap melancarkan serangan misil atau roket.
Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, serangan misil yang dilakukan oleh Rusia disebabkan karena gagalnya para tentara Rusia.
Zelensky menyebut para tentara Rusia gagal menunjukkan perkembangan yang signifikan saat melakukan agresi lewat darat.
Baca juga: Pasrah Digeledah hingga Ada yang Ditandu, Ini Penampakan Prajurit Azov saat Menyerah ke Rusia
Baca juga: Dieksekusi Tentara Rusia Bersama 2 Saudaranya, Pria Ukraina Selamat seusai Dikubur Hidup-hidup
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, hal ini disampaikan oleh Zelensky pada Selasa (17/5/2022) malam.
Zelensky mengungkit serangan misil yang terjadi di Lviv, Sumy, hingga Chernihiv.
Berdasarkan pemaparan Zelensky, serangan misil tersebut tidak hanya mengenai fasilitas militer namun juga menghancurkan infrastruktur warga sipil.
"Semua ini bukan hanya menciptakan ketegangan bagi negara kita, bukan hanya menguji kekuatan kita," kata Zelensky.
"Ini adalah sebuah percobaan pasukan militer Rusia untuk mengompensasi sederet kegagalan di bagian timur dan selatan negara kita," katanya.
"Mereka tidak dapat mendemonstrasikan kesuksesan dengan aksi militer di area di mana mereka mencoba untuk maju."
"Jadi mereka mencoba untuk menunjukkan kesuksesan lewat misil mereka dan aktivitas lain," ungkap Zelensky.
Di sisi lain, seorang pria asal Plymouth, Inggris bernama Andrew (35) merasa telah dimanipulasi agar membantu tentara Ukraina di garis depan memerangi pasukan militer Rusia.
Andrew mengaku, awalnya ia pergi menjadi relawan ke Ukraina untuk mengobati para warga sipil bukan untuk berperang.
Meskipun sempat bergabung dengan pasukan militer Inggris, Andrew sendiri tidak memiliki pengalaman langsung bertarung di medan perang.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, selama di Inggris, Andrew bekerja sebagai kuli proyek.
Ia pergi meninggalkan istri, anak, dan pekerjaannya karena berniat membantu warga sipil di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2kiv-yang-ditumpuk-hingga-setinggi-45-meter.jpg)