Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Terancam Penjara Seumur Hidup, Berikut Pengakuan Komandan Rusia yang Dituduh Membunuh Warga Ukraina

Pengadilan kejahatan perang pertama kali akan digelar di Kiev, Ukraina pada hari ini, Jumat (13/5/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Kejaksaan Agung Ukraina
Vadim Shysimarin (21), komandan divisi tank Kantemirovskaya Rusia, dituduh melakukan pembunuhan warga Ukraina, akan muncul di pengadilan pada Jumat (13/5/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pengadilan kejahatan perang pertama kali akan digelar di Kiev, Ukraina pada hari ini, Jumat (13/5/2022).

Terdakwa yang akan muncul di pengadilan distrik Kiev adalah Vadim Shysimarin (21), seorang komandan Rusia dari divisi tank Kantemirovskaya, yang saat ini berada dalam tahanan Ukraina.

Ia dituding telah membunuh warga sipil tak bersalah ketiga ditugaskan di Desa Chupakhiva, Provinsi Sumy.

Atas kejahatannya, pemuda tersebut menghadapi ancaman penjara hingga maksimal seumur hidup.

Baca juga: Ukraina Rilis Foto dan Identitas Tentara Rusia Pelaku Rudapaksa dan Kekerasan di Bucha

Baca juga: CCTV Rekam 2 Tentara Rusia Tembak Warga Ukraina seusai Ngobrol dengan Korban

Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, Kamis (12/5/2022), sidang ini akan menjadi pengadilan kejahatan perang pertama sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina.

Adapun jumlah kejahatan yang didaftarkan oleh jaksa penuntut umum Ukraina sudah melampaui 11.000 kasus.

Sementara, UNICEF melaporkan bahwa setidaknya 100 anak telah tewas dalam perang pada bulan April saja.

Diketahui, Shysimarin yang berpangkat sersan, diduga membunuh seorang warga sipil pada 28 Februari di desa Chupakhivka.

Ia tengah bertugas di wilayah Sumy di timur laut Ukraina ketika dituduh menembaki mobil sipil setelah konvoi kendaraan militernya diserang oleh pasukan Ukraina.

Dia kemudian mengemudikan mobil itu bersama empat tentara lainnya saat berusaha melarikan diri dari para pejuang Ukraina.

Shysimarin menembak mati pria tak bersenjata itu, yang sedang bersepeda dan berbicara di telepon.

Menurut pengakuannya kepada jaksa, Shysimarin diperintahkan oleh atasannya untuk membunuh warga sipil tersebut.

Sang atasan memintanya melenyapkan warga berusia 62 tahun itu karena takut keberadaan mereka dilaporkan pada tentara Ukraina.

"(Diperintahkan) untuk membunuh seorang warga sipil sehingga dia tidak akan melaporkan mereka ke pembela Ukraina," tutur jaksa.

Kejahatan dikatakan telah terjadi puluhan meter dari rumah korban dan dilakukan dengan menggunakan senapan AK-74.

Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaVolodymyr ZelenskyRusiaVladimir PutinKiev
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved