Konflik Rusia Vs Ukraina
Puji Gadis Ukraina Cantik-cantik, Kadyrov Sebut Mereka Ditipu AS dan Kecewa karena Hal Berikut
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov terang-terangan mengungkap kekaguman pada gadis-gadis Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Namun semangat pasukan dan dukungan rakyat adalah penggerak utama untuk mendapatkan keberhasilan.
"Saya salah satu yang meminta presiden untuk memulihkan ketertiban sepenuhnya di wilayah Ukraina," aku Kadyrov.
"Tentara bayaran, semua instruktur yang menjadi anggota NATO, mereka semua ada di sana. Tetapi mereka tidak memiliki semangat. Mereka memiliki senjata, tetapi mereka membutuhkan orang-orang."
"Yang selalu keluar menjadi pemenang adalah infanteri, bukan penerbang, bukan artileri."
Terakhir, Kadyrov meminta pada penduduk Ukraina untuk menghentikan sepak terjang presidennya.
Ia meminta mereka melihat dengan mata terbuka mengenai kondisi sesungguhnya dalam konflik tersebut.
"Saya meminta kepada anda, orang-orang Ukraina, sekali lagi , si pecandu narkoba Zelensky, tenangkanlah dia," kata Kadyrov.
"Pada akhirnya, duduklah di meja dan lihat sekeliling dengan mata terbuka," pungkasnya.
Baca juga: Kadyrov Kirim Tambahan Pasukan ke Ukraina, Para Tentara Ungkap Alasan Rela Bertaruh Nyawa demi Rusia
Baca juga: Kadyrov Terbahak Suruh Zelensky Kabur, Cibir Berita yang Sebut Pasukannya Gagal Lakukan Pembunuhan
Kadyrov Bawa Putranya ke Medan Perang
Pimpinan Chechnya, Ramzan Kadyrov (45), membawa putranya yang baru berusia 14 tahun ke medan perang di Mariupol, Ukraina.
Anak laki-laki bernama Adam tersebut tampak dalam rekaman video mengenakan pakaian militer dan memanggul senjata.
Ia diajak berkeliling ke rumah sakit oleh ayahnya menilik kondisi pasukan yang berperang bersama tentara Rusia.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Selasa (24/3/2022), Kadyrov mengatakan dia ingin putranya melihat kondisi di lapangan.
Anak yang berasal dari 12 bersaudara itu diharapkan bisa belajar langsung tentang keberhasilan dan kebutuhan rekan seperjuangannya.
Pada kesempatan yang sama, Kadyrov juga menyatakan ketidaksetujuan atas langkah Rusia untuk mengurangi tekanan militer di Kyiv.