Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sama-sama Bersalah, Ukraina dan Rusia Disebut Pakai Senjata Terlarang, Lembaga HAM Beri Peringatan

Rusia dan Ukraina dituding sama-sama gunakan senjata terlarang dalam konflik yang makin memanas.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture Video BBC
Momen peluncuran Rudal Balistik Antar Benua RS-28 Sarmat milik Rusia yang dijuluki 'Satan 2', Rabu (20/4/2022). Terbaru, Lembaga HAM internasional sebut Rusia dan Ukraina sama-sama gunakan senjata terlarang, Rabu (11/5/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Rusia dan Ukraina dituding sama-sama gunakan senjata terlarang dalam konflik yang makin memanas.

Bukti-bukti pelanggaran tersebut telah dikumpulkan oleh Lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) internasional.

Kedua pihak yang bertempur pun mendapat peringatan agar menghormati aturan perang demi kemanusiaan.

Puing alun-alun kota dan gedung pemerintahan kota Kharkiv, Ukraina yang hancur diserang misil Rusia, Selasa (1/3/2022).
Puing alun-alun kota dan gedung pemerintahan kota Kharkiv, Ukraina yang hancur diserang misil Rusia, Selasa (1/3/2022). (AFP/ Sergey Bobok)

Baca juga: Pakai 500 Wanita Ukraina, Rusia Dituding Gunakan Taktik Terlarang untuk Bebaskan Tahanan Perang

Baca juga: Strategi Licik Ukraina yang Berhasil Hancurkan Kapal Perang Rusia, Kecoh Armada Laut dengan Drone

Dilansir TribunWow.com dari Sky News, Kamis (12/5/2022), sebuah laporan mengklaim pasukan Rusia telah berulang kali menggunakan munisi tandan alias peluru cluster dalam serangan yang menewaskan warga sipil dan merusak rumah, rumah sakit dan sekolah.

Bukan hanya Rusia, pasukan Ukraina tampaknya juga telah menggunakan munisi tandan setidaknya sekali.

Human Rights Watch mengatakan telah mendokumentasikan beberapa serangan cluster oleh pasukan Rusia di daerah berpenduduk di kota Chernihiv, Kharkiv, Mykolaiv, dan Vuhledar.

Pihaknya menegaskan kedua negara itu harus berhenti menggunakan senjata terlarang itu.

"Mereka harus berkomitmen untuk bergabung dengan perjanjian internasional yang melarang munisi tandan," bunyi pernyataan tersebut yang dibagikan pada hari Rabu (11/5/2022).

Laporan setebal 20 halaman berjudul 'Intense and Lasting Harm: Cluster Munition Attacks in Ukraina', merinci bagaimana angkatan bersenjata Rusia telah menggunakan setidaknya enam jenis munisi tandan dalam konflik di Ukraina.

Munisi tandan dapat ditembakkan dari tanah dengan sistem artileri seperti roket dan proyektil atau dijatuhkan dari pesawat.

Mereka biasanya menyebar di udara, menyebarkan beberapa submunisi atau 'bom' tanpa pandang bulu di atas area seukuran blok kota.

Banyak yang gagal meledak pada dampak awal, meninggalkan sisa-sisa berbahaya yang dapat membunuh dan melukai, seperti ranjau darat, selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun kecuali dibersihkan dan dihancurkan.

Bom tersebut telah dilarang digunakan oleh traktat internasional karena efeknya yang berkepanjangan.

Baca juga: Keunggulan Drone Bayraktar Ukraina, Berjasa Pukul Mundur Barisan Tank dan Senjata Thermobaric Rusia

Baca juga: Senjata Thermobaric Rusia Terekam Kamera, Ikut Balik Arah saat Dipukul Mundur Pasukan Ukraina

Rusia Bantah Gunakan Senjata Terlarang

Pada hari keenam konflik tepatnya Selasa (1/3/2022), Rusia melancarkan serangan roket di Kota Kharkiv, Ukraina yang menghancurkan gedung pemerintah hingga opera.

Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyHak Asasi Manusia (HAM)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved