Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menlu Rusia Sindir Negara-negara Barat yang Terang-terangan Ingin Lakukan Pencurian

Pemerintah Rusia memberikan sindiran kepada negara-negara barat yang disebut secara terang-terangan mengungkap rencana ingin mencuri dari Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AFP
Potret Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov. 

TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini diplomat Uni Eropa, Josep Borrell menyampaikan usul untuk menyita cadangan devisa milik Rusia.

Borrell menyarankan kekayaan milik Rusia yang disita nantinya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kerusakan di Ukraina seusai konflik berakhir.

Menanggapi rencana ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyindir bahwa negara-negara barat secara terang-terangan ingin melakukan pencurian.

Baca juga: Hasut Warga Jangan Musuhi Tentara Rusia, Pengkhianat di Ukraina Sediakan Rumah untuk Pasukan Putin

Baca juga: Video Dramatis Penangkapan Pengkhianat Ukraina, Wanita Ini Dituding Bocorkan Data Rahasia ke Rusia

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pernyataan ini disampaikan oleh Lavrov pada Selasa (10/5/2022).

"Mereka (negara-negara barat) bahkan tidak berusaha untuk menutupinya," ujar Lavrov.

Menurut Lavrov, aksi seperti yang diusulkan oleh Borrel telah menjadi kebiasaan negara-negara barat.

Lavrov mengungkit soal Amerika Serikat (AS) menyita aset milik Afghanistan.

"Washington tidak memiliki rencana untuk menghabiskan aset tersebut untuk masyarakat Afghanistan," ujar dia.

Lavrov menjelaskan bagaimana masyarakat Afghanistan telah menderita selama 20 tahun karena keberadaan NATO di sana.

Sebelumnya, Lavrov juga sempat menyindir pernyataan Borrel pada April yang mengusulkan menyelesaikan konflik di Ukraina lewat jalur perang.

Pemerintah Rusia juga sempat menuding Amerika Serikat (AS) justru ingin konflik di Ukraina agar tidak segera berakhir.

Tudingan ini disampaikan oleh duta besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, Senin (25/4/2022).

Antonov menyebut segala cara saat ini tengah dilakukan oleh AS agar konflik di Ukraina terus berjalan, satu di antaranya adalah mengirimkan bantuan senjata dalam skala yang besar.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Antonov mengatakan, AS ingin Ukraina memerangi Rusia hingga titik darah penghabisan.

"AS ingin memelihara ketidakstabilan di Eropa," ujar Antonov.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyJosep BorrellSergey Lavrov
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved