Konflik Rusia Vs Ukraina
Isyarat Tersembunyi Dalam Pidato Putin di Perayaan Hari Kemenangan Rusia, terkait Ukraina?
Sejumlah spekulasi muncul mengenai pidato yang akan dibawakan Presiden Rusia Vladimir Putin di Hari Perayaan Kemenangan 9 Mei.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Sejumlah spekulasi muncul mengenai pidato yang akan dibawakan Presiden Rusia Vladimir Putin di Hari Perayaan Kemenangan 9 Mei.
Meski beberapa rumor bombastis tak menjadi kenyataan, namun ada sejumlah sinyal yang bisa ditangkap dari pernyataan Putin.
Terutama terkait invasi di Ukraina, hubungan dengan Barat, terutama NATO dan Amerika Serikat.

Baca juga: Putin Pakai Selimut di Parade Hari Kemenangan, Eks Diplomat Inggris Ungkit Gosip soal Penyakit
Baca juga: Bantah Pidato Putin soal NATO, Inggris Sebut sang Presiden Rusia Justru Mendongeng
Dilansir TribunWow.com dari BBC, Selasa (10/5/2022), Putin sebelumnya dikabarkan akan memberikan pengumuman mengejutkan saat pidato Hari Kemenangan.
Seperti misalnya menyatakan invasi besar-besaran, perang dengan NATO, penggunaan nuklir, bahkan mengumumkan Perang Dunia III.
Namun rupanya hal yang dikhawatirkan para ahli itu tak menjadi kenyataan.
Parade hari kemenangan Rusia pun berjalan dengan lancar meski tanpa pameran armada terbang dikarenakan cuaca yang buruk.
Dalam pidatonya di Lapangan Merah kepada pasukan Rusia, pemimpin Kremlin mengulangi pembenarannya yang sering disuarakan untuk menyerang Ukraina.
Ia mengungkapkan sebuah argumen yang tampaknya menyalahkan semua orang kecuali Rusia atas apa yang terjadi.
Seperti biasa, ia mengkritik Amerika, NATO dan pemerintah di Kyiv, mengklaim bahwa tindakan mereka telah membahayakan keamanan Rusia sendiri.
Dia membuat referensi untuk'neo-Nazi' di Ukraina.
Seperti halnya pejabat Rusia lain, yang secara teratur menyuarakan klaim tak berdasar bahwa Ukraina telah dikuasai oleh fasis, ultra-nasionalis, dan simpatisan Nazi.
Presiden Putin mengakui bahwa Rusia telah menderita kerugian militer, tetapi dia tidak memberikan rincian.
Angka resmi terakhir yang dirilis oleh kementerian pertahanan Rusia adalah sejumlah 1.351 tentara Rusia tewas.
Tapi itu enam minggu yang lalu.