Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Minta Maaf pada PM Israel Buntut Komentar Kontroversial Menlu Rusia soal Orang Yahudi

Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta maaf pada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Kamis (5/5/2022).

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube FRANCE 24 English
PM Israel Naftali Bennet menyampaikan akan membantu Ukraina mencari solusi konflik Rusia-Ukraina, 6 Maret 2022. Terbaru, Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan minta maaf pada Perdana Menteri Israel Naftali Bennet, Jumat (6/5/2022). 

Rusia Tuding Ukraina Gunakan Taktik Nazi

Kelompok nasionalis di Ukraina dituding menggunakan strategi atau taktik perang yang mirip dengan pasukan Nazi Jerman pada saat era Perang Dunia II dulu.

Tudingan ini dilontarkan oleh Ketua Komite Investigatif Rusia, Alexander Bastrykin pada Jumat (15/4/2022).

Menurut Bastrykin, Ukraina saat ini telah menjadi negara yang Russophobia atau takut akan Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, taktik mirip Nazi yang dimaksud oleh Bastrykin, satu di antaranya adalah menembaki warga sipil.

Penembakan terhadap warga sipil ini memiliki tujuan untuk membunuh dan mengintimidasi.

Taktik lainnya adalah menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia saat mundur dari medan perang.

Kemudian menanam bom dan ranjau di fasilitas publik yang penting.

Rusia turut menuding pihak Amerika Serikat memberikan bantuan intelijen pada Ukraina.

Pihak intelejen AS dikabarkan terlibat dalam pertempuran di timur Ukraina, dengan memberikan arahan dan informasi.

Hal ini diungkapkan menyusul tenggelamnya kapal perang Moskva kebanggaan Rusia di Laut Hitam.

Dilansir TribunWow.com dari media Rusia RT, Jumat (15/4/2022), AS telah meningkatkan keterlibatannya dalam krisis Ukraina dengan lebih banyak memasok senjata ke Kiev.

AS juga dikabarkan telah memutuskan untuk memberikan laporan intelijen yang dapat membantu pasukan Ukraina menyerang sasaran di Krimea.

"Seiring konflik berkembang, kami terus menyesuaikan untuk memastikan bahwa operator memiliki fleksibilitas untuk berbagi intelijen rinci dan tepat waktu dengan Ukraina,” kata seorang pejabat intelijen AS kepada Wall Street Journal.

Surat kabar itu mengatakan Washington bergerak untuk secara signifikan memperluas pembagian intelijen dengan Ukraina.

Halaman 2/3
Tags:
Vladimir PutinRusiaUkrainaYahudi
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved