Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Operasi Kanker, Putin akan Serahkan Rusia ke Tangan Mantan KGB Arsitek Perang Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin diisukan terpaksa menyerahkan kendali perang di Ukraina selama berhari-hari.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube FRANCE 24 English
Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan ancaman yang diduga merujuk ke senjata nuklir pada Rabu (27/4/2022). Terbaru, Putin akan segera laksanakan operasi kanker dan serahkan tampuk pemerintahan pada kepala intelejen kepecayaannya. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin diisukan terpaksa menyerahkan kendali perang di Ukraina selama berhari-hari.

Pasalnya, menurut sumber internal Kremlin, presiden 69 tahun itu akan menjalani operasi kanker dalam waktu dekat.

Karenanya, ia akan mendelegasikan kekuasaan kepada petinggi intelejen yang telah dipilih.

Presiden Rusia Vladimir Putin ketika menghadiri acara kebaktian gereja, Minggu (24/4/2022). Media asal Inggris menyebut Putin tampak tak sehat dan bersikap aneh.
Presiden Rusia Vladimir Putin ketika menghadiri acara kebaktian gereja, Minggu (24/4/2022). Media asal Inggris menyebut Putin tampak tak sehat dan bersikap aneh. (YouTube AFP News Agency)

Baca juga: Sebut Tentara Rusia Orc, Ini Alasan Warga Ukraina Samakan Prajurit Putin dengan Monster Fiksi

Baca juga: Jawab Isu Putin Kena Kanker, Jubir Kremlin Isyaratkan Kondisi Kesehatan Presiden Rusia

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Minggu (1/5/2022), Putin dilaporkan akan mencalonkan kepala Dewan Keamanan garis keras dan mantan kepala FSB Nikolai Patrushev untuk mengambil kendali invasi.

Patrushev (70) dipandang sebagai arsitek kunci dari strategi perang sejauh ini dan merupakan orang yang meyakinkan Putin bahwa Kyiv dibanjiri neo-Nazi.

Klaim ini muncul di saluran Telegram populer General SVR, yang mengatakan sumbernya adalah mantan petinggi militer Kremlin.

Dikatakan bahwa Putin tidak mungkin setuju untuk mentransfer kekuasaan tetapi siap untuk menempatkan 'charge d'affaires' untuk mengendalikan Rusia dan upaya perang.

"Jadi, sementara Putin melakukan operasi dan sadar, mungkin dua atau tiga hari, kontrol negara yang sebenarnya hanya diberikan kepada (Nikolai) Patrushev," tutur sumber terkait.

Langkah seperti itu akan mengejutkan karena di bawah konstitusi, kekuasaan harus diberikan hanya kepada perdana menteri, Mikhail Mishustin.

Mishustin yang berusia 56 tahun itu adalah seorang teknokrat low-profile, yang tak pernah diketahui memiliki hubungan militer atau dinas rahasia.

Adapun pilihan jatuh pada master mata-mata Patrushev setelah melakukan dua jam pembicaraan hati ke hati dengan Putin.

Namun, pilihan ini disebut sebagai pilihan yang buruk mengingat karakter sang jenderal.

"Bagaimana jika, tiba-tiba, Putin memanifestasikan masalah kesehatan yang sangat parah?," tulis outlet berita tersebut.

"Itu mungkin untuk menahannya untuk beberapa waktu, tetapi sekarang perjalanan penyakitnya berkembang."

"Saya tidak ingin menyuarakan ramalan apa pun sekarang, agar tidak meyakinkan Anda sekali lagi, karena dalam situasi ini anda seharusnya tidak terlalu berharap."

Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved