Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ingin Balas Dendam, Petinggi Militer di Rusia Desak Putin Deklarasikan Perang Melawan Ukraina

Didorong emosi, sejumlah petinggi militer di Rusia disebut ingin Putin mendeklarasikan perang melawan Ukraina untuk membayar kekalahan di Kiev.

Tayang:
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
YouTube AFP News Agency
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Moskow, Rusia, pada Selasa (26/4/2022). 

"Saya tidak akan kaget," ujar Ben kepada radio LBC saat membahas kemungkinan Putin mendeklarasikan perang dunia.

Ben menyatakan, Inggris harus terus membantu Ukraina mengusir pasukan militer Rusia kembali ke asal mereka.

Ben juga mengonfirmasi bahwa Inggris akan terus menyuplai senjata ke Kiev/Kyiv dan sedang mempertimbangkan untuk mengirim rudal anti kapal.

Rusia sendiri diketahui telah melegalkan penyerangan pangkalan militer negara-negara NATO yang mendukung Ukraina.

Serangan tersebut dilakukan untuk memutus rantai logistik dan persenjataan kiriman NATO ke Ukraina.

Muncul kekhawatiran sikap Rusia tersebut akan benar-benar memicu terjadinya perang dunia ketiga.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Rabu (27/4/2022), keputusan tersebut diungkapkan oleh juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova.

Ia menyatakan bahwa Rusia dapat mengizinkan serangan terhadap negara-negara NATO yang menyediakan senjata ke Ukraina.

"Apakah kita memahami dengan benar bahwa demi mengganggu logistik pasokan militer, Rusia dapat menyerang sasaran militer di wilayah negara-negara NATO yang memasok senjata ke rezim Kyiv?," kata Zakharova.

"Bagaimanapun, ini secara langsung menyebabkan kematian dan pertumpahan darah di wilayah Ukraina."

Kata-katanya muncul setelah Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan bahwa Inggris mendukung serangan udara Ukraina pada infrastruktur Rusia.

Dia menambahkan bahwa akan senjata Inggris akan sepenuhnya sah digunakan dalam serangan semacam itu.

Namun pernyataannya ditanggapi negatif oleh Kremlin, dengan kementerian pertahanan menuduhnya melakukan provokasi.

Moskow juga memperingatkan bahwa pihaknya akan bersiap untuk menyerang balik pusat pengambilan keputusan di Kyiv sebagai pembalasan, bahkan jika diplomat Barat hadir.

Hal ini disampaikan setelah Kepala Departemen Pertahanan AS, Lloyd Austin kemarin mengatakan bahwa retorika ancaman perang nuklir Moskow sangat berbahaya dan tidak membantu.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved