Konflik Rusia Vs Ukraina
Hampir Dibunuh di Hari ke-1 Invasi Rusia, Zelensky Ngaku Langsung Selamatkan Anak-anaknya
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku hampir dibunuh di hari pertama invasi Rusia pada 24 Februari 2022.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Selama konflik antara Ukraina dan Rusia berlangsung, Presiden Vladimir Putin dituding mengirimkan pembunuh hingga tentara bayaran untuk menghabisi nyawa Presiden Volodymyr Zelensky.
Zelensky sendiri mengaku dirinya hampir dibunuh pada hari pertama konflik pecah yakni pada 24 Februari 2022 lalu.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, pengakuan ini disampaikan oleh Zelensky saat menjalani wawancara dengan reporer Simon Shuster dari majalah Time.
Baca juga: Jokowi Telepon Putin seusai Undang Zelensky ke KTT G20 Bali, Apa Saja yang Dibicarakan?
Baca juga: Kunjungi Rusia Bahas Konflik Ukraina, Sekjen PBB Justru Disindir Zelensky: Tidak Ada Mayat di Moskow
Zelensky bercerita, pada hari pertama konflik, pasukan militer Rusia sempat melakukan upaya untuk merebut distrik pemerintah di Kyiv/Kiev.
Pada pagi buta 24 Februari 2022, Zelensky bersama istrinya saat itu langsung mendatangi anak-anaknya yang berusia 17 tahun dan 9 tahun.
"Kami membangunkan mereka," kata Zelensky kepada Time.
"Itu keras. Ada ledakan di sana."
Zelensky mengatakan, saat itu ia mendapat kabar dari militer Ukraina bahwa Rusia menerjunkan pasukan ke Kyiv khusus untuk menangkap atau membunuh Zelensky dan keluarganya.
"Sebelum malam itu, kami hanya pernah melihat hal-hal seperti itu di film-film,” kata Andriy Yermak, kepala staf kepresidenan Ukraina kepada majalah tersebut.
Berdasarkan laporan Shuster, ketika percobaan pembunuhan terjadi, para pasukan pengaman presiden dengan sigap bersiap membawa rompi anti peluru sekaligus senjata laras panjang.
Saat itu Zelensky didampingi oleh belasan penjaga.
Pihak Rusia sendiri telah buka suara tentang tudingan bahwa pihaknya mendalangi upaya pembunuhan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menolak keras tuduhan yang disebutnya tak sejalan dengan misi operasi militer Rusia.
Apalagi, tudingan itu menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai orang yang secara pribadi menyewa pembunuh bayaran terkait.
Diketahui, Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa ia dan keluarganya menjadi target utama Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2-ke-rusia-sabtu-2622022.jpg)