Konflik Rusia Vs Ukraina
Media Rusia Sebut Putin Lebih Mungkin Gunakan Nuklir dibanding Terima Kalah Perang dari Ukraina
Kepala editor dari media pemerintah Rusia secara terbuka menyinggung kemungkinan terjadinya perang nuklir.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Kepala editor dari media pemerintah Rusia secara terbuka menyinggung kemungkinan terjadinya perang nuklir.
Ia menilai Presiden Rusia Vladimir Putin akan lebih memilih terjadi Perang Dunia III dibanding kalah perang dari Ukraina.
Pernyataan ini diungkapkan di tengah memanasnya hubungan Rusia dengan Ukraina dan negara-negara NATO.
Baca juga: Abaikan Ancaman Nuklir Putin, Finlandia dan Swedia akan Gabung NATO dalam Waktu Dekat
Baca juga: Ucap Siap Gunakan Nuklir? Ini Ancaman Terbaru Putin soal Konflik Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Kamis (28/4/2022), Margarita Simonyan, editor penyiar negara RT menyatakan di sebuah saluran TV tadi malam.
Jurnalis senior dari media yang dipegang pemenrintah itu mengatakan bahwa gagasan Putin menekan tombol merah lebih mungkin daripada membiarkan Rusia kalah perang.
Rusia disebut lebih memilih terjadi Perang Dunia Ketiga daripada gagal menjalankan misinya.
"Kita kalah di Ukraina, atau Perang Dunia Ketiga dimulai," kata Simonyan.
"Saya pikir Perang Dunia Ketiga lebih realistis, mengenal kita, mengetahui pemimpin kita."
"Hasil yang paling luar biasa, bahwa semua ini akan berakhir dengan serangan nuklir, tampaknya lebih mungkin bagi saya daripada rangkaian peristiwa lainnya."
Meski mengaku miris, namun Simonyan tampaknya tak menunjukkan penentangan atas skenario tersebut.
Ia justru pasrah dan mengatakan bahwa kematian pasti akan datang pada semua orang pada akhirnya.
"Ini membuat saya ngeri di satu sisi," aku Simonyan.
"Tetapi di sisi lain, memang begitu adanya. Kita akan pergi ke surga, sementara mereka hanya akan menghilang. Kita semua akan mati suatu hari nanti."
AS dan Inggris menganggap retorika seperti itu sebagai gertakan semata.
Namun meningkatnya frekuensi ancaman ditambah dengan kegagalan militer Rusia meningkatkan kekhawatiran bagi sejumlah pihak.
Apalagi Rusia dikabarkan berhasil meluncurkan uji coba rudal nuklir terbarunya, Sarmat 2, minggu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/rudal-anti-pesawat-s-500-prometheus-rusia.jpg)