Konflik Rusia Vs Ukraina
Dituduh Ukraina Perlakukan Buruk Tahanan Perang, Putin Ucapkan Ini saat Dikunjungi Sekjen PBB
Menjawab tudingan dari Ukraina, ini yang diucapkan oleh Presiden Rusia Putin saat dikunjungi Antonio Guterres.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Padahal, tentara-tentara itu sebelumnya sempat merasa takut akan mengalami penyiksaan.
Dilansir TribunWow.com dari TASS, Rabu (20/4/2022), Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Selasa membagikan video tawanan perang Ukraina.
Para tentara Ukraina yang terluka, berbicara tentang perlakuan layak yang diberikan Rusia terhadap mereka.
Yury Andrieyenko, seorang pelaut dari Brigade Marinir ke-36 Ukraina, menceritakan awal mula luka yang didapat.
Ia mengaku terkena ledakan ranjau yang dipasangnya sendiri.
Kemudian setelah ditemukan tentara Rusia, Andrieyenko segera mendapat perawatan.
“Saya menderita luka setelah ledakan yang disebabkan oleh jebakan, yang saya coba pasang sendiri,"kata Andrieyenko.
"Saya tetap berbaring di lantai beton selama dua hari. Saya kemudian ditemukan oleh tentara milisi. Mereka membawa saya ke rumah sakit."
Baca juga: Bantah Klaim PBB, Jubir Rusia Tegaskan Putin Belum Setujui Rencana Evakuasi di Mariupol
Awalnya, Andrieyenko tak menyangka pasukan Rusia justru menyelamatkannya alih-alih menghabisi nyawanya.
Pasalnya Andrieyenko selama ini diberitahu bahwa tentara Ukraina akan disiksa jika tertangkap.
"Sejujurnya, saya terkejut. Saya diperlakukan sama seperti manusia biasa lainnya. Saya tidak mengharapkan perlakuan seperti itu," ucap Andrieyenko.
"Kami semua diberitahu sebelumnya bahwa kami akan dipukuli, tetapi (ternyata) tidak ada apa-apa."
Pelaut itu menambahkan bahwa dia ingin mengucapkan terima kasih kepada dokter yang merawatnya.
Pelaut lain yang ditangkap adalah Yury Podavansky dari Brigade Marinir ke-36 Ukraina.
Podavansky mengatakan dia menderita luka parah di kakinya sebelum dia ditawan.