Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Klaim Menangkan Mariupol: AS Bantah, Respons Ukraina, hingga Muncul Temuan Kuburan Massal

Simak fakta Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan kemenangan Rusia di Mariupol pada Kamis (21/4/2022) kemarin.

Editor: Lailatun Niqmah
AFP/ Maxar technology
Sebuah citra satelit pada Minggu (3/4/2022) menunjukkan lokasi yang tampak seperti situs kuburan massal yang disusun dalam empat bagian baris linier (berukuran sekitar 85 meter per bagian) di Mariupol, Ukraina. 

Meski Putin telah mengklaim kemenangannya di Maripuol, Zelensky mengatakan pertempuran terus berlanjut.

"Di selatan dan timur negara kita, penjajah terus melakukan segalanya untuk memiliki alasan untuk membicarakan setidaknya beberapa kemenangan," katanya dalam pidato video, dikutip dari Moskow Times.

"Mereka hanya dapat menunda hal yang tak terhindarkan - saat ketika penjajah harus meninggalkan wilayah kita, khususnya Mariupol, sebuah kota yang terus melawan Rusia, terlepas dari semua yang dikatakan penjajah," tegasnya.

AS Bantah Klaim Rusia Telah Menangkan Mariupol

Presiden AS, Joe Biden membantah soal klaim Rusia yang menyebut telah memenangkan Mariupol.

Menurutnya, belum ada bukti kuat bahwa Mariupol benar-benar jatuh di tangan Putin.

"Belum ada bukti bahwa Mariupol telah benar-benar jatuh. Yah, pertama-tama, patut dipertanyakan apakah dia mengendalikan Mariupol," kata Presiden AS.

"Satu hal yang pasti kita ketahui tentang Mariupol: Dia harus mengizinkan koridor kemanusiaan untuk membiarkan orang-orang di pabrik baja itu dan tempat-tempat lain yang terkubur di bawah reruntuhan untuk keluar."

"Itulah yang akan dilakukan oleh siapa pun, siapa pun, kepala negara mana pun dalam keadaan seperti itu," tambahnya.

Baca juga: Host TV di Rusia Cekikikan Bahas Apa yang Terjadi jika New York Dibom Nuklir

AS Beri Bantuan Tambahan untuk Ukraina

Pada Kamis kemarin, Presiden Zelensky mengatakan kepada para pemimpin Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia bahwa negaranya sekarang membutuhkan USD7 miliar per bulan untuk berperang.

Ia menyebut, dana tersebut akan berfungsi untuk memperbaiki ekonomi dan kehidupan Ukraina setelah dihancurkan Rusia.

Menanggapi hal itu, ditambah dengan masifnya serangan Rusia di Ukraina Timur, AS juga ikut memberikan bantuan tambahan untuk Ukraina.

Bantuan tersebut berupa USD800 juta yang diumumkan pada Kamis kemarin oleh Presiden Joe Biden.

Adapun, paket bantuan itu termasuk howitzer, kendaraan lapis baja untuk menariknya, 144.000 butir amunisi, dan drone taktis yang dikembangkan oleh Angkatan Udara AS khusus untuk memenuhi kebutuhan Ukraina.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaVolodymyr ZelenskyRusiaVladimir PutinMariupol
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved