Konflik Rusia Vs Ukraina
Putin Beri Penghargaan pada Pasukan Rusia yang Dituding Ukraina Lakukan Kekejaman di Bucha
Rusia dilaporkan telah menyerahkan gelar kehormatan kepada sebuah brigade yang ditugaskan dalam perang Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Rusia dilaporkan telah menyerahkan gelar kehormatan kepada sebuah brigade yang ditugaskan dalam perang Ukraina.
Brigade Presiden Rusia Vladimir Putin itu dipuji karena keberanian dan jasanya selama perang.
Namun rupanya, pasukan tersebut adalah kelompok tentara yang dituduh oleh Ukraina melakukan kekejaman dan pembunuhan massal di Bucha.

Baca juga: Putin Diprediksi akan Nekat Serang Pangkalan NATO untuk hentikan Pasokan Senjata ke Ukraina
Baca juga: Ahli di China Ungkap Potensi Perang Dunia 3 hingga Kemungkinan Putin Pakai Nuklir Gara-gara Biden
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Selasa (19/4/2022), sebuah dekrit telah ditandatangani oleh Putin pada hari Senin (18/4/2022).
Dekrit tersebut memberi Brigade Senapan Motor ke-64 gelar 'Pengaman' karena berjasa membela Tanah Air dan kepentingan negara.
Ia memuji kepahlawanan massal, keuletan dan keberanian para anggotanya dalam operasi militer khusus di Ukraina.
Sementara pada awal April, kementerian pertahanan Ukraina menuduh unit itu telah menduduki Bucha dan melakukan kejahatan perang.
Direktorat intelijen Ukraina menerbitkan nama, pangkat dan rincian paspor para anggota brigade, dan mengatakan mereka akan menghadapi pengadilan.
Diketahui, mayoritas orang yang ditemukan tewas di Bucha meninggal karena luka tembak.
Setelah kepergian pasukan Rusia, mayat laki-laki tak bernyawa yang mengenakan pakaian sipil, beberapa dengan tangan terikat, ditemukan berserakan di jalan-jalan.
Jaksa Agung Ukraina mengatakan pada awal April mayat 410 warga sipil telah ditemukan dari daerah-daerah di wilayah Kyiv yang ditinggalkan Rusia.
Sebelum mengumpulkan mayat, pihak berwenang memotret dan mendokumentasikannya untuk mengumpulkan bukti yang dapat menjadi dasar penyelidikan kejahatan perang.
Namun, Kremlin telah menolak tuduhan bahwa pasukan Rusia bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di dekat Kyiv dan menyatakan gambar mayat itu rekayasa.
Sekarang di hari ke-55, kampanye militer Rusia di Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan memaksa 12 juta orang meninggalkan rumah mereka, termasuk hampir lima juta orang yang sudah berada di luar negeri.
Baca juga: Rusia Temukan Dokumen yang Buktikan Kecurangan Ukraina Langgar Kesepakatan Internasional
Baca juga: 20 Ribu Tentara Bayaran Rusia sampai di Ukraina, Terungkap Bayaran Pejuang Suriah yang Ikut Perang
Tentara di Bucha Tewas dengan Luka Penyiksaan