Konflik Rusia Vs Ukraina
Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-56, Jatuhnya Kota Donbas Pertama dan Ultimatum Baru di Mariupol
Perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 56 hari pada Rabu (20/4/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Perang yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung selama 56 hari pada Rabu (20/4/2022).
Setelah mundur dari ibu kota Kiev, pasukan Rusia masih meningkatkan kekuatan di wilayah Donbas dan menambah ekskalasi penyerangan.
Para ahli memprediksi, jika tak segera mengerahkan perlawanan, maka daerah timur Ukraina termasuk Mariupol akan segera diduduki Rusia.

Baca juga: Ditangkap Tentara Rusia, Relawan Asal Inggris Ungkap Pasukan Ukraina di Mariupol Panik
Baca juga: Tak Gubris Ultimatum Rusia, Zelensky Justru Ancam Tak akan Berdamai jika Warga Mariupol Dihabisi
Dilansir dari The Guardian, Kamis (20/4/2022), berikut rangkuman peristiwa di hari ke-56 invasi Rusia ke Ukraina yang disusun TribunWow.com.
1. Situasi Perang di Kota-kota Ukraina
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan intensitas tembakan oleh pasukan Rusia di Kharkiv, Donbas dan di Dnipro telah meningkat secara signifikan.
Para pejabat Rusia mengatakan total 1.260 sasaran militer terkena roket dan artileri di sepanjang garis depan 300 mil di wilayah Donbas dan Kharkiv.
Walikota Kharkiv, Ihor Terekhov, mengatakan pasukan Rusia telah terlibat dalam pemboman tanpa henti terhadap distrik sipil di kota kedua Ukraina sejak Minggu.
Empat orang, termasuk tiga pekerja darurat, tewas pada Selasa, menurut Terekhov.
Secara terpisah, kantor kejaksaan untuk wilayah Kharkiv mengatakan roket Rusia melukai 14 orang di kota itu pada Selasa.
Zelensky juga mengatakan situasi di kota Mariupol yang terkepung sudah sangat parah.
"Tentara Rusia menghalangi segala upaya untuk mengatur koridor kemanusiaan dan menyelamatkan orang-orang kami," kata Zelensky.
"Nasib setidaknya puluhan ribu penduduk Mariupol yang sebelumnya dipindahkan ke wilayah yang dikuasai Rusia juga tidak diketahui."
Namun, Kementerian pertahanan Rusia mengatakan akan menawarkan gencatan senjata di Mariupol pada hari Rabu.
Gencatan senjata ini dilakukan agar para pembela Ukraina yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal meletakkan senjata mereka.