Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Negaranya Diserang Rusia, Istri Politikus Ukraina Malah Minta Bantuan Putin, Mengapa?

Oksana Marchenko, pasangan dari politisi oposisi Ukraina Viktor Medvedchuk, meminta bantuan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
Foreign Policy Journal, YouTube ?????? ????????
Kolase potret Oksana Marchenko, pasangan dari politisi oposisi Ukraina Viktor Medvedchuk (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin, Minggu (17/4/2022). 

Pria yang kini berusia 67 tahun itu memasuki politik satu dekade kemudian setelah bergabung dan kemudian memimpin partai sosialis pro-Moskow.

Pada awal 2000-an, ia memimpin pemerintahan Leonid Kuchma, seorang presiden pro-Rusia, dan mengembangkan citra 'kardinal abu-abu' yang pendiam.

Dia bertemu Putin untuk pertama kalinya pada tahun 2003 dan, setahun kemudian, presiden Rusia membaptis putri bungsunya Darya di katedral St Petersburg.

Medvedchuk kemudian mengelola kampanye pemilihan Victor Yanukovych, seorang kandidat presiden pro-Rusia.

Kemenangan Yanukovych dalam pemungutan suara tahun 2004 memicu Revolusi Oranye, pemberontakan pro-Barat pertama di Ukraina, yang penyelenggaranya menuduh Medvedchuk mencurangi pemungutan suara.

Insiden itu juga dijuluki 'pertempuran tiga Viktor', karena saingan utama Yanukovych adalah Viktor Yuschenko.

Yuschenko diketahu mengalami kerusakan di bagian wajah karena keracunan dioksin yang diduga diatur oleh Kremlin.

Kemenangan Yuschenk dalam pemilihan putaran kedua menandai kejatuhan sementara Medvedchuk dari ajang politik.

Dia gagal terpilih kembali sebagai anggota parlemen, dan partai politiknya meredup.

Tapi Medvedchuk mulai menyusun kerajaan media yang pada akhirnya akan mencakup tiga jaringan televisi dan serangkaian publikasi.

Mantan anak didik Medvedchuk Yanukovych memenangkan pemilihan presiden 2010, tetapi Medvedchuk sebagian besar dikesampingkan.

Dia tetap menjadi orang utama Putin dan mendapatkan kembali pengaruhnya setelah Yanukovych digulingkan pada tahun 2014 oleh pemberontakan pro-Barat kedua Ukraina, yang dikenal sebagai Revolusi Martabat.

Medvedchuk mendanai Platform Oposisi, For Life, partai pro-Rusia terbesar, yang mengajukan kandidat dalam pemilihan presiden 2018.

Dia mengunjungi Kremlin untuk mempromosikan kandidatnya, Yuri Boyko, yang memicu badai politik di Ukraina.

Tapi Boyko mendapat urutan keempat, sementara Zelenskyy menang dengan pendapatan suara mengejutkan sebanyak 73 persen.

Halaman 3/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyViktor Medvedchuk
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved